“how can i do ? …..” part 1

oke yorobun tira kembali

semoga yang baca ff ini good readers

good readers adalah :

1. memberi komen dan kritik yang baik dan benar

2. tidak plagiat

3.dan doain authornya supaya ketemu biasnya (?)kekekeke

sudah selamat membaca ya ~~~~ semoga suka

Title : how can i do ?

Author(*) : tiraamissu

Cast :

– lee jinki

– park mi yeon

– other member SHINee

– kim ji seon

– yuya

– lee minjung

– chrystal

Length(*) : 4.283 words

Genre(*) : romantic (?), comedy (?) , friendship

Rating(*) :  PG-13

ONEW P.O.V

Aku terbangun dari tidurku giaaaaaaah akhirnya hari ini tiba hari dimana break liburan untukku dan member  SHINee yang lain. walaupun liburan ini hanya sementara ,kita masih tetap harus melanjutkan aktifitas kita . akupun langsung bergegas ke kamar mandi untuk mandi. Selesai mandi aku menuju ruang berkumpul bersama member lainnya . ada taemin yang sedang meminum susu banana milk kesayangannya ,dan minho yang sedang bermain dengan psp barunya , jonghyun yang sedang membantu key menyiapkan makanan . aku bergegas ke meja makan bersamaan member shinee yang lain

“makanan siaaaaaaaap !!!” key berkata aigoo suaranya membuat telingaku terganggu

“HEY !!! minho-ah cepat simpan psp barumu itu kita makan !” key berkata pada minho

Minho hanya terdiam manyun dan menyimpan psp barunya tersebut

“umma hari ini kita makan apa?” taemin uri maknae bertanya pada key

“sejak kapan aku jadi ummamu ? lihat saja pasti bikinan ku selalu spesial”

“hey apa kalian ada acara sekarang?,bagaimana jika kita bermain bersama untuk menghilangkan rasa penat kita?” kataku pada dongsaeng2 ku yang lain . mereka hanya terdiam

“ide bagus hyung , tapi sekarang aku ingin mangunjungi makam nenekku sudah lama aku tidak berkunjung” key menjawab pertanyaan ku

“hyung , sekarang aku ada reuni dengan teman teman sma ku ” taemin melanjutkan

“sepertinya hari ini kalian mempunyai  acara masing masing ya”

“ne hyung aku dan minho juga ada urusan dengan eem itu”jonghyun berkata sambil ragu

Di kalimat terakhir

“siapa ? menemui minjung dan crystal?”kataku melanjutkan sambil memasukan ayam yang kupotong tadi ke mulutku

Mereka hanya senyum senyum tersipu,

“aigoo kalian ini hyung kalian saja belum mempunyai yeojachingu”

“makanya ,cari pacar dong hyung ” minho menepuk pundakku

“hyung bukannya kau dan jessica lumayan dekat ya? ”jonghyun bertanya padaku

“ne? Aah aku dan jessica memang sudah saling kenal sejak aku duduk di bangku senior high school”

“bagus kalo gitu ,kau sama jessica saja hyung” taemin berkata

“mwo? Aku dan dia hanya berteman saja , sudah kita makan dulu ”

Selesai makan aku berniat untuk jalan jalan ke taman seoul ,karena member shinee sudah pada berangkat untuk urusannya masing-masing,dan  aku baru saja selesai memakai atribut penyamaran ku supaya aku tidak ketahuan bahwa aku leader shinee onew . waaa udara kota seoul pagi pagi ternyata menyegarkan kataku dalam hati. Aku berjalan sambil sedikit membungkungkan kepalaku supaya tidak ketahuan. Aku mendapat suatu taman yang bersih dan sepertinya taman ini lumayan sepi. setelah lima menit aku berjalan terdengar suara yang tidak mengenakkan

Aku mendengar suara yang kurang bagus untuk telingaku ini, aku brjalan mendekati pohon dan aku melihat yeoja di balik pohon sedang duduk di kursi taman  yang sedang bermain biola, aigoo ini yeoja tidak sadar diri apa yah jelek sekali permainan biolanya membuat kepalaku pusing. Aku ingin memarahi nya tapi aku takut jika yeoja ini mengenaliku dan membuat keributan nantinnya . tapi suara ini begitu mengganggu ku baiklah aku harus memarahinya

“ya !! naeun yeoja kau tau suara biola mu itu membuat kepalaku pusing bisa tolong hentikan!”

“mwo? Apa kamu bilang? ”

“iya permainan biolamu itu membuatku pusing ! lebih baik kau tidak usah memainkannya! ”

“biarkan aja suka suka aku dong mau main ato engga ! harusnya kamu aja yang pergi ini, ini kan tempat umum jadi siapa saja berhak menempati tempat ini”

“tapi aku juga ada perlu disini untung menenangkan diri”

“aku juga perlu bermain dengan biolaku ini !!!”

“ciih sana bermain di luar taman ini , sana sana !!!”kataku sedikit berteriak

“tidak mau !”

“sana!”

“tidak mau!”

Huweeeeeeeee hiks hiks hiks huweeeeeeeee hiks hiks hiks

LEE MI YEON P.O.V

Terdengarlah ditelingaku suara orang menangis sepertinya itu anak kecil

Namja itu masih menyuruhku pergi juga tidak dengar apa ada suara anak kecil menangis !

“YA! Diam kau tidak dengar apa suara anak kecil menangis”

Aku menemukan anak kecil yang sedang jongkok sambil menucek matanya

“aigoo adik kecil mengapa kau menangis ? kemana umma dan appa mu?” aku memeluk dan menggendongnya ,aku sangat suka anak kecil , “tega sekali orang tua yang meninggalkanmu”

Namja itu terlihat memandangiku dan anak kecil yang ku gendong ini

“sepertinya anak ini kehilangan orangtuanya”

“bawa saja dia ke kantor polisi aku yakin polisi akn menanganinya” namja itu berkata smbil berusaha menghampiri aku dan anak kecil itu

“ne kau bernar juga ” tak lama anak kecil itu diam dan berusaha turun dari gendonganku dia ternyata menghampiri namja tadi.

“a—j—uu—ss—h—i  a-cu pengen e-skrim i–tuu” anak kecil itu berkata sambil menarik celananya

“ne ? mworago? Kau memanggilku ajushi? Kurang ajar sekali anak kecil ini”

Huweeeeeeeee hiks hiks hiks huweeeeeeeee hiks hiks hiks

“HEY !! SUDAH CEPAT BELIKAN DIA ESKRIM ITU ! PALIWA”

“sirho”

Huweeeeeeeeeee hiks hiks hiks

“anak nya akan menangis lebih kencang , kau mau orang2 menyangka kita berbuat macam2 pd ank ini. cepat  belikan !”

Aku melihat lelaki ini dengan gontai jalan ke arah eskrim itu ,sepertinya aku tak asing melihat wajahnya tapi siapa ya aku lupaa~~

“igoo” katanya yang sudah membawa 3 eskrim

“kau beli 3eskrim? ,”kataku

“ya untukku , anak kecil menyebalkan ,dan untukmu aku rasa kau nanti akan menangis juga kalo tidak di belikan”

“MWORAGO?”

“sudah makan saja aku tidak mau berdebat denganmu” katanya santai cikk aku berdecak kecil menyebalkan sekali namja ini

“hey namamu siapa?  Aku bertanya pada ank kyoptaa ini ”

“n—aa-neun y—u-y-a” aigooo dia kyopta sekali !!

“ooo yuya kamu cute bangett ” aku mencubit pipinya pipinya tembem sangat lucu

“umurmu brapa?” kataku

dia menunjukan tangan yang menunjukan bahwan ia umur 4th

“omo jadi 4th kyoptaa”

Aku lanjut menghabiskan eskrim ku aku sangat suka sekali ice cream , untunglah namja ini membelikanku ice cream juga

ONEW P.O.V

“aigoo gadis ini lahap sekali memakan ice cream nya sampai sampai belepotan begitu”

“a—j—uu—ss—h—i   acu pe—nge—n nai—k  i—tu i—tu ” anak kecil itu mulai memanggilku ajushi lagi , apa wajahku yang imut ini tidak menunjukan usia mudaku? Dia menunjuk ke arah taman bermain di dekat taman itu

“yuya mau kesana?” kata gadis itu sambil menunjuk supaya yuya mengerti

Anak kecil itupun mengangguk aiggo anak ini, aku memberi tahu  gadis tadi dengan tatapan A-KU TIDAK MAU BERMAIN DENGAN ANAK KECIL INI. Tanganku seprtinya ditarik oleh tangan yang kecil mungil ,ternnyata anak itu menarik tanganku dan membawaku ke taman bermain itu, untung taman itu sedang sepi jika tidak lenyaplah aku ,aku akan di ketahui bahwa aku seorang  onew leader shinee .

Dia mengajakkku beramin main,ternyataa asik juga bermain dengan anak keci,l dia tidak menakutkan seperti apa yang aku bayangkan, aku menikmati ini.

Setelah selesai .

Aku, anak kecil dan gadis ini duduk di balkon taman itu lagi ,aku merasa capek dan pegel aigoo lebih baik dance bersama taemin daripada bermain dengan anak kecil ,ini membuat badanku bobrok.

“aigooo kyopta sekali yuya ketika  tidur ” gadis ini mengeluarkan suaranya sambil membelai rambut yuya

Aku teringat bukankah kita harus ke kantor polisi untuk melaporkan yuya

“HEY bukankah kita harus ke kantor polisi untuk melaporkan anak ini”

“ah ye aku baru ingat,kajja”

—-\

“baiklah permintaan anda akan di proses silahkan tinggalkan alamat dan notelepon anda ” kata pak polisi tersebut . aku dan gadis ini memberikan no tlp kami berdua dan alamat gadis ini

“pak ini anak kecilnya terima kasih atas bantuaanya , anyyeoung” ktaku sambil menyuruh mi yeon menyerahkan anak kecil itu

“ne? Kita bukan baby sitter , kita hanya bisa memberitahu orang tuanya silahkan kalian jaga dengan benar anak ini ”

“MWO?” Aku kaget mendengar hal ini “pa tapi ….”

“hallo , ya kami akan segera datang .” maaf anak muda tapi kami sedang sibuk ,silahkan jaga anak ini dengan benar ”

Aku benar benar serasa tertimpa beban tangga dan tertimpa tangga lagi *ciee bang onyu kaya peribahasa indonesia tuh*lo yang ngasih skripnya thor*hhe oke lanjut bang

“sudah ayo kita bicarakan di aprtemen ku dulu saja ! tidak baik kalau kita di kantor polisi seperti ini” kata gadis itu

Aku hanya bisa diam dan mengikutinya berjalan.

Di perjalanan hari sudah hampir gelap “HEY ! bisakah kau gendong yuya sebentar badanku sudah pegal ” kata gadis itu

“sirhoyo !” enak saja males sekali aku menggendongnya

Gadis itu hanya diam dan jalan , biasanya di menyela ku dan tidak mau kalah mengapa sekarang tidak ? .

Jalan menuju apartemennya ternyata lumayan cukup jauh,terdapat jalan menanjak disni.melihat gadis ini aku sangat kasihan padanya , tapi aku juga tidak mau membawa yuya

“berikan yuya padaku  ” kataku sambil berusaha menggendong yuya

Gadis itu terdiam dan kulihat ia mereng gangkan badannya dia sepertinya capek ,benar saja ternyata  yuya memang berat .

—–/

Aku  terbangun dan mengucek mataku,  ruangan siapakah ini?

Apa dorm shinee sudah berpindah tempat?

Terlihat ada yeoja yang sedang memasak dan anak kecil yang sedang menunggu makanan dari yeoja ini

Aku menghampiri yeoja itu

”kau ? aku dimana?”

“kamu di apartemen ku ”

“MWO? HOW CAN?”

“tadi malam kau sangat lelah sehingga tertidur di sofa itu”

“jinnja ”

“mau makan? Aku sudah membuat nasi goreng”

Aku memang lapar dan lelah , aku beranjak duduk di kursi meja makan ruangan ini, aku sedikit ragu untuk memasukan makanan itu pada mulutku , aku takut gadis ini sudah memasukan sesuatu yang aneh pada makanan ini. Tapi perutku sudah tidak bisa di tolerir lagi. Jinjja makanan ini sangat enak . Apa karena aku kelaparan ya? Mulutku terasa ingin menambah makanan ini lagi

“otthe ? enakah?” gadis ini bertanya padaku

“biasa saja . aku lahap karena aku sedang lapar saja” padahal memang benar benar enak

“oiya kau nama mu siapa?” gadis ini bertanya  padaku

“masa kau tidak tau aku?”

“tidak tau. kalo aku tau ,aku tidak akan bertanya padamu BABO, sudahlah begini hari ini jadwalku lumayan padat sampai siang . aku ada urusan dengan dosen, jadi aku mohon kau jaga yuya bisa kan?”

“MWORAGO?”

“sudah aku tidak mau bertengkar denganmu tolong mengertilah kali ini ! sebentar lagi aku akan berangkat kuliah cepatlah makannya dan bwa yuya ”

“Berapa no hp mu cepat ketik di hp ku ini ”aku berpikir masalah ini harus dia dan aku yang menyelesaikan

—-/

“hyung kau darimana???”

“sudahlah aku capek, jagalah anak ini namanya yuya”

MI YEON P.O.V

Beberapa bulan lagi memang hari ke wisudaan ku . jadilah aku sangat sibuk saat ini

“mi yeon ah kau tau toma akan mengikuti lomba untuk beberapa waktu ini” ji seon temanku berkata

“jinjja? Oh begitu”

“bukankah kau pacarnya”

“hello aku sudah putus dengannya ji seon beberapa waktu lalu apa kau lupa? Kau sendiri yang menemaniku bersedih ria”

“eh iya aku lupa mianhae mi yeon , kau kemarin kemana? Aku ingin mengajakmu nonton acara ulang shinee ”

“aku mengalami hal yang sangat mengejutkan ji seon”

Aku bercerita semua padanya

“jadi sampai sekarang kau belum tau nama namja itu?”

“ne, tapi sepertinya aku sering melihatnya tapi aku lupa ,kau tau penyakit lupamu itu menular membuatku pelupa juga”

Aku melihat benda melingkar di tanganku dan menunjukan waktu saat ini.

“aigoo ji seon aku harus mengumpulkan tugas ini dulu, nanti aku kembali dan cerita lagi ya anneyoung”

Finally tugasku sudah ku urus hari ini sepertinya aku tidak ada kelas lagi. Aaah aku mungkin harus makan siang dan beristirahat bersama ji seon.

Noona noumo yeppeo  aigoo ini siapa yang menelpon no name

“hey ini kau kan mi yeon? Aku namja yang sedang bersama yuya cepat ke apartemen ku sekarang akan kuberi alamtnya lewat sms”TUUT—

HEYY aku belum sama sekali menjawab pertanyaan nya itu.dan baru saja aku akan beristirahat kali ini! Dasar namja menyebalkan!!

—/

“hey bukankah alamat ini adalah dorm shinee ? yang aku tau begitu”

Ommo ini apartemen sama seperti apartemen shinee yang ada di acara yunhanam.

“tunggu noona kau mau kemana?” satpam itu menahanku

“aku mau bertemu dengan namja ” aigoo siapa lagi td namanya ,dia tidak mneybutkan namanya lagi. Baiklah sepertinya ku harus menelponnya

“CEPAT KEBAWAH ! AKU SUDAH DI BAWAH APARTEMENMU KAU TAU SATPAM INI TIDAK MEMBIARKAN KU MASUK!” kataku padanya
aku menunggu dia , dan akhirnya datang

“ mi yeon sini ayo masuk”

Satpam itu mengangguk mengerti dan membiarkan aku masuk, lebe banget sih musti di jaga pake satpam segala ,memang sih apartemennya terlihat sedikit mewah dari apartemnku seprtinya ini apartemen elit.

“ayo masuk !!!”

“hyung dia siapa? Baru kali ini kau membawa seorang yeoja”

“apa yeoja ini yang tadi kau ceritakan itu?”

Aku mendengar beberapa suara disini dan aku rasa aku mendengar suara idola kesayanganku , tapi masa iya?. Aku berjalan mengikuti namja menyebalkan ini di belakangnya

“anneyoung naneun key imnida”  ommo namja ini namja ini bukankah suara pengeranku “K-EEEY” mulutku bersuara terbata bata

Aigoooooo jantungku rasanya mu copot dan meleleh , tiba tibaa aku merasa sangat ingin pingsan

Dan sebelum aku jatuh pangeranku key sudah menyelamatkanku

“gwenchana?” katanya ommo suara asli nya lebih seksi dari yag kukira

“n—e gwenca–ana” kataku terbata bata

“jj-aa—di ini dorm shinee??” kataku

“ne ” pangeranku berkata padaku

“jadi namja itu onew ? leader shinee?” tanayaku bertanya pada namja menyebalkan ini

“jadi kau baru tau sekarang mi yeon, JINJA kau ini masa aku seorang leader shinee tak kau kenali!!”

“ciih aku memang baru tau tuan lee , ada apa kau menghubungiku?”

“kau lupa kita harus membawa yuya ke kantor polisi lagi ”

“ah ye mana yuya?”

“dia sedang bermain dengan taemin” taemin? Ada disini juga maknae yang selalu aku idamkan aku ingin sekali melihat wajah polosnya. Aku melihatnya sekarang jinjja kyoptaa taemin begitu sama dengan yuya

“yuyaaaa ” aku berhambur ke pelukan yuya

“u—mm–a~~ ” apa? Tadi yuya memanggilku? Umma? Aigoo selama ini aku ingin ada anak kecil yang memanggilku  umma

“yuya kamu manggil aku siapa?”

“u—mm-aa”

“aigooo anakku sini ”

“ciih kau di pannggilnya umma , sangat tidak cocok sekali dengan tempramen nenek sihir mu”

“YA / tuan lee enak saja kau bicara”

“a-p-p-aa~~” yuya memanggil nya

“ommo yuya aku appamu? Anni aku bukan appamu arraso!”

“meemang kau sangat tidak cocok menjadi seorang bapa mana mungkin ada bapa yang takut mendekati anaknya sendiri“

“ya miss park mi yeon apa yang kau katakan?”

“sudahlah kalian jangan bertengkar terus” key pangeranku menghentikan ini , ommo benar2 pangeran sejati “mi yeon minumlah dulu, aku tau pasti kau capek” ommo mimpi apa aku malam ini?

“emm ngomong2 aku tidak melihat jongmin? Kemana meraka?”

“mereka sedang berpacaran dengan pacarnya masing2 noona”  celetuk taemin

Terlihat key dan onew memasang wajah TEMIN MENGAPA KAU BEBERKAN INI !

“mwo jadi mereka sudah punya pacar?”

“ne jangan bilang siapa2 ya noona perusahaan sudah rapat2 menutup ini”

“ahh arrasoyo”

“sudah cepat ayo kita harus ke kantor polisi ”

“hyung kau harus memakai masker lebih tertutup , nanti ketauan” pangeranku berkata

“ne aku tau itu”

—–/

“pa apa sudah menemukan orang tua anak ini?”

“maaf belum kami temukan” kata pak polisi itu tegas

“bagaimana sekarang?”

“kau tau jinki tugas ku sangat banyak akhir akhir ini ”

“dan kau juga tau bahwa aku kurang menyukai dia lagian aku ingin mengisi wktu liburanku untuk bersenang senang mi yeon ! bukan untuk ini ”

“sudah berikan anak ini ketempat yatim piatu beres kan?”

“apa kau bilang?” PLAK ! Ommo tanganku menampar pipinnya apa yang aku perbuat sekarang !

“tuan lee maaf ! pikiranmu sangat rendah dan tidak punya hati sekali ! baiklah jika kau tidak mau mengurusinya sebentar saja,aku yang akan mengurusnya” untung yuya tidak melihat acara penamparanku pada jinki , “KAJJA yuya pergi sama umma ” aku pun meninggalkannya dan membawa yuya “u—mm-aaa-~~ appa odiga?”

“yuya tinggal sama umma aja ya , appa sedang banyak pekerjaan”

“a—pp-“`aa\\\” aigooo yuya jinki sudah mencapaknmu mengapa kau masih ingin bersama dia

AUTHOR P.O.V

Jinki sudah pulang ke apartemen nya sebenarya dalam hatinya ia masih tidak tenang untuk kejadian kemarin yang tidak mempedulikan miyeon dan yuya .

“onew hyung kau tega sekali melakukan itu pd mi yeon dan yuya” key berkata

“sudahlah aku pusing key harusnya sekarang aku berlibur tetapi mengapa menjadi begini!!!! ”

MIYEON P.O.V

Pagi ini mungkin tidak secerah pagi biasa nya aku keluar dari kamar mandi dan melihat tugas yang berserakan di lantai kamarku , untung tugas ini sudah aku selesaikan semalaman walaupun ada satu lembar kerja  yang aku belum selesaikan. Aku melihat di atas kasurku sudah ada malikat kecil yang tidur sangat manis.

Aku kembali mengingat kejadian tadi malam , lee jinki namja itu sangat sangat menyebalkan sekali. Beraninya dia bicara seperti itu ,dia sangat tidak mempunyai hati

“u—m aa” malaikat ini ternyata sudah bangun

“yuyaa kau sudah bangun ayo kita mandi ,lalu kita makan otthe?kajja anakku” aku sudah memutuskan akan mengajak yuya ke tempat kuliahku , akutidak tega jika harus meninggalkan dia di rumah sendiri.

Aku merasa sangat bahagia yuya ada disini , aku berterima kasih ada malaikat yang menemaniku disini

—-/

Di kampus

“mi yeon aahh” terlihat dari kejauhan terlihat ji seon memanggilku “ini anak yang kau ceritakan  itu mi yeon? Ommo kyoptaa sekali mi yeon”

“memang ji soen”

“ommo kau mengapa sampai berani membwa dia ke kampus mi yeon? Kau ingin terjadi kehebohan”

“tenang saja aku berniat menitipkan pada ahjuma kesayangan kita selama kita ada kelas ”

“oke , ayo aku temani ” semua orang memandangku dengan tatapan aneh

“mi yeon itu bayimu kah? Kau sudah punya bayi? ” terdengar suara dari arah sampingku dan ternyata dia luna orang yang aku sebut rival ku dia adalah yeoja yang toma cintai saat ini, dia orang yang mahir bermain biola . dan toma mencintanya

“ah , igo ini sepupku waeyo? ”

“aku kira ini anakmu , aku yakin jika toma tau ini anakmu dia semakin membencimu HHAAAHA” jinnja mukanya seperti monster dibenakku ciih aku pasti bisa menandingimu bermain biola !!

—/

“anneyoung ahjumma bisakah kau jaga anak ini sebentar? ”

“aigoo miyeon ini anak siapa? Kyopta sekali ”

“aku tidak ada waktu untuk menjelaskan ahjumma tolong jaga dia dengan baik ya? Namanya yuya ” “anneyoung ahjumma gamshamidaa” kataku lalu berlalri menuju kelasku

ONEW P.O.V

Sudah 3hari dari sekarang aku masih saja diam di rumah member lain belum ada waktu berlibur , ciih mereka sombong sekali sok punya acara banyak sekali . dan saat ini pun hatiku masih merasakan tidak tenang hati pada mi yeon atas kejadian waktu itu , seharusnya aku memang tidak begini . sejujurnya hatiku khawatir pada yuya juga .

“aigoo apa yang harus aku lakukan sekarang? Tidakkah ada ide berlibur?” kataku sambil menghela nafasku

“tuh kan hyung kamu sedang liburan mengapa tidak menjaga yuya saja bersama kita,kasihan mi yeon dia sedang sibuk tapi masih harus menjaga yuya” kulihat key dan member lain sudah pulang ke dorm ini bersamaan dengan member lainya dan wajahnya terlihat sedikit marah kali ini , jujur aku takut jika melihat dia marah.

“sudah aku bilang padanya key bahwa berikan saja anak itu ke yayasan anak yatim piatu , eh dia malah menamparku”

“jadi hyung bilang begitu . YAA ! hyung kau benar benar tega sekali ! apa kau tidak punya hati hyung?” terlihat member lainpun mendekatiku dan sepertinya meminta penjelasan yang

“jika mi yeon noona benar benar sibuk bagaimana hyung?” taemin menambahkan

“sudahlah biarkan saja aku yakin mi yeon akan menjaga yuya dengan benar dia termasuk gadis yang sangat meyaangi anak kecil kok”

“hyung bukannya begitu ! tapi kasihan mi yeon pasti kelelahan , kita juga pernah merasakan ketika menjaga yoogeun di acara hello baby” jonghyun menatapku serius

“arraso jadi apa yang harus kulakukan sekarang !” kataku pasrah di hadapan mereka

“hyung besok itu hari weekand kuliah , pasti mi yeon noona sedang beristirahat bagaimana kita mengajaknya ke pantai , sekalian untuk mengisi liburan kita ?”

“itu ide bagus hyung aku juga ingin ke pantai kajja kita lakukan” taemin berkata riang

“hyung sekarang kau telepon mi yeon beri tahu bahwa besok kita mengajaknya ke pantai ”

“MWO? Tidak mau kalian saja yang ngomong !”

“kau saja hyung ! kita tau kau pasti merasa bersalah pada mi yeon kita sudah tau sifat hyung bagaimana”

“arraso jonghyun!!”

Aku mulai mencari kontak yang bernama ‘park mi yeon’

MI YEON P.O.V

“jadi kau benar benar ke dorm shinee mi yeon?AIGOO MI YEON KAU BERUNTUNG SEKALI !!kau sudah bertemu merekaaaaaaa, tolonglah jika kau bertemu merka lagi, kau foto minho buatku,yayayayaya” ommo ji seon kan suka sekali terhadap minho tapi dia belum tau jika seorang choi minho memang berpacaran dengan chrystal

“ne akan kubawakan ji seon tenang saja , dan kau tau yang membuatku bahagia PANGERANKU menyapa dan memanggilku aigooooooo, tolong jangan beritahu hal ini pada yang lain ya ji seon aku mohoon!!!”

“ommo aku ini sahabat terbaikmu , rahasia apa yang sudah aku beberkan mi yeon? Aku sangat bangga mempunyai sahabat sepertimu , muaaach”

“sudah aku pulang dulu aku rasa besok adalah hari istirahat besarku ,anneyoung ji seon jallja”

Aku menuntun yuya aku akan pulang ke apartemen ku

—/

di apartemen

yuya dan aku semakin dekat akhir ini, walaupun tenaga ku benar benar terkuras sekali. Tidak apa apa aku cukup bahagia karena senyum yuya.

“u—mmma a”

“ne ? i—tu a—ppp—a” aku melihat layar televisi trlihat ulangan acara shinee di situ dan aku melihat jinki, ciiih wajah memang seperti malaikat tetapi hati tidak sama sekai.

“u—mmma a  a—ppaaa bo—go sssi po—so”

“yuya kangen appa?” ommo yuya appamu telah jahat padamu dan kau masih tetap menyayanginya

RING DING DONG DING

Suara ponselku berbunyi ternyata jinki menelponku , panjang umur sekali namja ini baru aku dan yuya membicarakannya

“WAE?” kataku mengawali percakapan ini , untuk apa dia menelponku!

“apa yuya aman padamu ? ”

“aman lah memang kenapa? Aku tidak akan membiarkan yuya seperti apa yang kau rencanakan waktu itu !”

“besok kau liburkan ? besok pagi2 aku dan  member lain akan  menjumputmu ,kita ke pantai !”

“MWO RAGO? ” TUUT TUUT

Aigoo namja ini selalu saja mematikan telepon sebelum orang menjawabnya .ciih aku tidak mau dengan tawarannya ! dasar namja keras kepala

“yuya kajja kita makan dulu ”

—/

kesokan paginya

“sepertinya persediaan makanan sudah habis ternyata , sepertinya aku harus ke supermarket” aku akan mengajak yuya ,ini sambil memfreshkan pikiranku .

“yobseyoooooo”

Sepertinya ada tamu , aigooo siapa. Aku melihat screen layar . ommo pangeranku ada di depan pintu apartemenku !! dan ada uri taeminnie

“miyeon ah cepat buka pintunya”

“ne tunggu sebentar”

“anneyeoung noona ~~ di depan apartemen mu sedang ada senam pagi bersama ya noona? Untung kita memakai penyamaran yang cukup bagus kalo tidak bisa gawat kita ”

“hahaha jinjja? Mianhae . lagian kalian sedang apa kesini bagaimana bisa mengetahui apartemen ku”

“YA ! lee mi yeon babo bukankah kau tau aku kemarin menelponmu dan kita sekarang berlibur ke pantai” terdengar suara namja dan ya itu lee jinki namja menyebalkan itu

“ah ye? Aku lupa mianhae”

“yasudah mi yeon kamu cepat siap siap! Yuya mana?” minho menyuruhku

“emm yuya belum mandi sepertinya dia masih tidur” tiba tiba yuya datang berjalan ke arah kami

“a-ppp-aaa” dia berlari menuju arah jinki dan ingin memeluknya aigoo anak ini benar2 kangen terhadap jinki .

“ne?” aku melihat jinki celingak celinguk dan memeluk balik yuya dengan ragu

“yasudah mi yeon biar kami yang memandikannya kamu cepat siap2” key berkata padaku

Akupun langsung bergegas ke kamar untuk memakai baju untung aku sudah mandi tadi.

ONEW P.O.V

“a-ppp-aaa” dia berlari menuju arah jinki dan ingin memeluknya aigoo anak ini benar2 kangen terhadap jinki .

“ne?” aku melihat yuya berlari ke arahku ,ommo dia masih mengingatku

“a—ppaaa bo—go sssi po—so” mwo? Dia bilang kangen terhadapku ommo apa ini benar?

“yasudah mi yeon biar kami yang memandikannya kamu cepat siap2” aku mendengar key berkata begitu

“yuya sudah ayo mandi sama key hyung” key manrik yuya dari pelukanku

Aku masih terdiam terpaku mangingat yuya memanggilku appa . member lain terlihat sibuk memandikan yuya mereka terlihat sangat gembira

“yuya sudah siaap ” taemin berteriak

“aku juga siap ” terdengar suara mi yeon bergema di telingaku . dia memakai celana pendek dan kaos tangtop pink dan memakai ikat blonde pita . ommo mengapa aku jadi deg2an melihatnya , ia terlihat begitu manis saat ini

“ya hyung mengapa diam saja ayo pergi !!” jonghyun membantu membangunkanku dari kursi yang aku duduki tadi

“tunggu sekarang kita harus mengatur tempat duduk karena aku yakin nanti pasti akan cekcok seperti tadi berangkat” key berkata serius

“”

“nanti onew hyung yang menyetir ya , dan mi yeon kau duduk di depan bersama jinki begitu pula yuya di tengah kalian”

“MWO ? ” kataku dan ternyata mi yeon berkata bersamaan

“sudahlah kalian kan sudah lumayan kenal”minho menyambung

“aku dan jonghyun di tengah dan sisanya 2min di belakang oke?jangan banyak mengelak ayo berangkattt”

akupun  berjalan bersama member lain di barengi mi yeon dan yuya . dan ternyata ada ibu ibu yang tadi senam pagi di halaman apartemen

“anneyoung ahjumma ” mi yeon berkata pada mereka sepertinya mi yeon orang yang ramah di apartemennya

“aigooo mi yeon kau mau kemana? Dan mereka siapa? Sepertinya  ahujumma tadi melihat mereka”

Aku sangat takut sekali disini ,begitu juga member lain. Semoga mi yeon bisa menyelamatkanku dan para member

“ahh igoo, mereka ini saudara ku dari jepang ahjumma , mereka ingin berlibur kesini

“ah pantes mereka terlihat berbeda ”

”ahjumma mianhae aku harus pergi , anneyoung ahjumma” gadis ini langsung menarikku dan tangan satunya memegang tangan yuya . member lain berjalan menunduk mengikutiku

“untung saja kita tidak ketahuaaan ” kudengar minho sambil menghirup nafas lega

“sudah kajja kita pergi  “ aku berkata pada mereka

“u—mm—a kita mau kema—na ?”

“kita ke pantai yuyaaa” aku melihat senyum merekah dari bibirnya dan itu membuatnya semakin manis , ommo ! jinki apa maksdumu ! aigooo

—/

Sesampainnya di pantai

Aku melihat keadaan air yang membentang luass ,terlihat ada sekelompok keluarga yang juga menikmati pantai ini , aku rasa pantai ini belum begitu terkenal dan aku belum pernah kesini sebelumnya padahal keadaan disini indah sekali

“minho ah kau memilih pantai yang tepat , aku rasa tidak akan ada para fans disini”

“iya hyung aku dapat kenalan dan dia memberitahukan pantai ini, waktu itu aku pernah berlatih berenang disini untuk tim dream team ku ”

“jinjja? Aigooo baguslah”

“a—pp—a ” yuya memanggilku sambil menarik tanganku

to be continued ~~~

Iklan

ONLY Y.O.U -ONESHOT

anneyoung admin mau publis FF baru lagi yang kali ini one shot

author : mi yeon (istrinnya onew)

cast : – lee miyeon

-lee jinki

-lee taemin

-jessica snsd

genre : romantic (?)

rating : NC 21

oiya yang baca please jangan jadi silent reader ya , tinggalin jejak jejak komment nya !!!

yang ga ninggalin ga akan ketemu ama bias nya masing masing , kekeke

MIYEON POV

Aku terbangun dari tidurku mencari namja yang mendampingi hidupku ternyata tidak ada si sekeliling rumah ini , HUH aku menghela nafas ku sekuat kuat nya ya sudah 1 minggu sejak aku dan dia tau bahwa aku hamil ia selalu pergi  dan banyak urusan yah memang aku tau ia ada proyek film terbarunya aku tak tau judulnya yang pasti nanti ia akan bermain film , suamiku adalah lee jinki seorang aktor aku menikah dengan nya karena faktor nenek moyang kami berdua secara turun menurun ! awalnya aku tidak percaya dan tidak mau di jodohkan dengan nya tapi kaluarga kita masing masing sudah sepakat dan memaksa kami sampai tau, kami sudah berada di depan altar itu . yah awalnya memang kita selalu bertengkar ! sampai sampai aku dan dia tidak mau tinggal bersama tapi entah mengapa dia `melakukannya padaku , hingga jadilah aku hamil . HUH aku kembali menghela seluruh nafas ku lebih dalam . aku berfikir lagi, bukankah dia kecewa ketika dia tau aku mengandung anaknya ? omonna! Entahlah yang penting aku hanya mau anak ku dan anaknya bisa mempunyai orang tua yang lengkap .

HELLO HELLO ..

Terdengar ponselku berbunyi dan langsung aku mengangkatnya

“yobseoo?”

“mi yeon ? apakah kau tidak berangkat kerja hari ini?”

“ah ne aku lupa , taemin gomawo sudah mengingatkanku , sampai ketemu di kantor ”

Sesampai di kantor

Taemin POV

“anneyoung taemin” kata mi yeon menyapa ku

“anneyoung mi yeon , untunglah kau tidak telat , direktur sudah menyruhku untuk memanggilmu di ruangannya “ kataku

“ne aku segera kesana gomawoyo taemin”

Dia adalah lee mi yeon temanku sewaktu SMA lebih tepatnya yeoja yang aku cintai aku mencintainya sejak SMA waktu itu aku sangat tidak berani mengungkapkan perasaan ku sampai ketika aku berani aku di hadapkan pada kenyataan bahwa aku akan meninggalkannya karena aku harus ke luar negri untuk mengikuti orang tuaku yang tinggal  disana  , ya aku pikir aku tidak akan bertemu dia lagi tapi takdir berkata lain aku ternyata satu kantor dengannya , aku pikir aku akan menyatakan perasaan ku tapi ternyata ia sudah mempunyai suami , kuurungkan niatku lagi

Teng teng bel waktu makan siang berbunyi

MIYEON POV

Aku rasa aku harus membawakan jinki makan siang dia pasti lapar , dari pagi dia belum makan karena kau tidak membuat kannya makan siang .

“anneyoung  taemin selamat makan siang ” kataku riang pada taemin

“ah chankamman mi yeon , kau mau makan siang dimana ? bagaimna kalau kita makan siang bersama ? “ katanya

“ah mianhae taemin aku tidak bisa aku harus mengantar makan siang untuk lee jinki ke tempat kerjanya , mungkin lain kali, mianhae” kataku, aku melihat raut wajah kecewa dari taemin

“ah ne gwenchana , hati hati ya mi yeon !”

“ne”

Aku menuju restoran dimana aku dan jinki sering makan jika aku tidak memasak yaitu restoran yang menjual ayam , ya dia sangat suka sekali ayam begitupula aku kami berdua selalu berebut jika sedang makan ayam bersama sampai ayam terakhir yang ada kita selalu (suit) *tau kan permainan kertas, gunting,batu* untuk mendapatkan ayam itu .

Setelah aku membeli ayam itu aku menuju kantor lee jinki lebih tepatnya tempat syutingnya

Kulihat ia masih sedang berakting , dan aku menunggunya di kursi sambil duduk .  lalu ada seseorang si sebelahku

“anneyoung ” katanya

“ah ne anneyoung, kau bukankah jessica SNSD ? apa kau lawan main lee jinki ?”

“ah ne kau benar , kau istrinya lee jinki? Sedang apa kemari? ”

“ah ne , aku hanhya ingin mengantarkan makan siang ini padanya, tapi aku rasa dia belum selesai melakukan pekerjaan nya”

“iya kau bisa lihat sendiri dia begitu bekerja keras !”

“em , maaf apakah itu naskah dari film nya ? boleh aku lihat?”

“ah tentu silahkan , mi yeon ah aku kesana sebentar ya”

Aku membuka lembar demi lembar naskah film itu dan ternyata ada adegan KISSING >??? Ommona kenapa jinki tidak memberitahuku soal ini? Kenapa ? jinki kau jahat! Tak terasa bulir bulir kristal jatu membasahi pipiku aku pun pergi meninggalkan tempat ini !

JINKI POV

“jinki kau boleh istirahat makan siang dulu ” kata pak sutradara

“ah ne , gomawo”

Aku berniat menuju tempat makan

“jinki ?” terdengar jessica memanggilku

“ye? Ada Apa ?”

“tadi istrimu kesini dan membawakan makanan untukmu , ini ! makanlah !”

“ah jinnja?? Omonaa mana dia sekarang? ”

“molla mungkin sudah pulang tadi dia menunggu lama du kursi itu ”

“gomaewo sudah meberitahuku jessica”

Omonna tadi mi yeon kesini? Ah kenapa dia pulang ! bukannya dia selalu menemaniku untuk makan siang ! ah dia sudah makan siang atau belum ya? Aku sangat khawatir padanya , mana sekarang dia sedang hamil ! aku mencari ponselku dan menelponnya

“yobseyo? Miyeon ah ?”TUT..TUT..TUTT

Ya! kenapa dia mematikan telponku ada apa dengannya? Sudahlah aku makan dulu aku sangat lapar

MIYEON POV

Aku menangis sejadi jadinya di taman ini ya entah mengapa aku ini wanita egois atau apa harusnya aku merelakannya karena resiko menjadi istri seorang aktor adalah harus rela suami nya melakukan apapun di pekerjaannya , tapi entah mengapa hati dan otakku berbeda pendapat. otakku berpikir itu tidak apa apa, tetapi disisi lain hatiku sangat hancur !

HELLO HELLO..

Jinki your husband “ calling

“yobseyo? Miyeon ah ?”

TUT !

Aku langsung mematikan handphone ku untuk apa di menelpon ? apa mau bilang ayam yang aku beli kurang? HAH?

Ah jinki mengapa kau tidak bilang dulu padaku kalau film itu terdapat adegan kissing nya sih ?? AH !!

Aku masih mengeluarkan air mataku , mungkin yang sekarang makin deras mengali di pipiku

“mi yeon ah kau kenapa?” tanya seorang namja yang ternyata itu taemin

“ah , annieyo taemin aku tidak apa apa kok”

“bukankah kau sedang makan bersaama suamimu? Kenapa kau ada disini?”

Aku langsung memeluk taemin erat sangat erat aku menangis di pelukannya dan menceritakan semuanya pada taemin

JINKI POV

“aku pulang !!” aku membuka pintu rumahku dan mencari mi yeon ternyata ia sedang berkutat dengan laptopnya , padahal ini sudah malam tumben dia masih berkutat dengan laptopnya .

“ya mi yeon ssi mengapa tadi siang kau tidak menjawab teleponku , malah mematikannya!”kataku memecahkan sunyi

Dia tidak menjawab dia hannya diam

“ya kau kenapa? Tidak menjawab pertanyaanku? ”

Dia langsung pergi dari luar kamar entah menuju kemana, akhirnya aku memutuskan untuk mandi

Setelah selesai mandi aku menuju dapur untuk makan iya aku belum makan malam aku melihat sudah ada makanan di atas meja makan , mungkin tadi mi yeon baru selesai masak. Dan aku melihat dia sedang mencuci wajan bekas alat yang di pakai dia memasak tadi

“mi yeon kau sudah makan belum? Ayo kita makan bersama?”kataku , dia masih saja tidak menjawab , aku biarkan saja mungkin dia sedang pusing dengan masalah kantornya

Setelah selesai makan aku mencuci piringku dan kembali kekamar kulihat miyeon tidak ada di kamar ia berada di sofa dan masih berkutat dengan laptopnya

“kau sudah makan belum?” kataku sambil mendekatinya

Dia mengagguk hanya mengangguk ! lalu dia pergi entah kemana aku mengikutinya, ternyata dia membereskan meja makan ,

“mi yeon kau kenapa dari tadi siang aku menelponmu tapi tidak diangkat, aku sapa kau tidak menjawab , aku ajak makan kau hanya diam , aku bertanya kau hanya mengangguk ? kau kenapa?” kataku sambil mendekatinya

Dia masih terdiam ternyata , lalu aku menarik badannya mendekatkan badannnya padaku

“KAU KENAPA?”

Dia masih tak bersuara dan berusaha melepaskan pelukan ini

“OKE KAU INI KENAPA SIH LEE MI YEON KAU TAU MASALAH PEKERJAAN KU SANGAT BANYAK KAU MALAH MENAMBAH PUSING !”

“HARUSNYA AKU YANG BERTANYA KENAPA PADAMU LEE JINKI ?? DAN HARUSNYA AKU YANG MARAH PADAMU ! KAU MASIH BELUM SADAR JUGA APA KESALAHANMU ?, OH TADI KAU BILANG KAU PUSING ATAS PEKERJAANMUU ? PUSING UNTUK MEMIKIRKAN CARA BERCIUMAN YANG SEPERTI APA YANG COCOK BUAT BERSAMA JESSICA ? HAH?”

“jadi kau sudah tau soal itu, emm bukan bukan maksudku u..”

“ALAH AKU SUDAH TAU LEE JINKI KAU TIDAK MEMBERITAHUKU KARENA KAU TAKUT AKU TIDAK MENYETUJUINYA IYA KAN? TENANG SAJA AKU AKAN MENYETUJUINYA ! AKU KAN HANYA WANITA YANG TERPAKSA MENJADI ISTRIMU DAN MENGANDUNG ANAK DARI DARAH DAGINGMU KAN? SUDAHLAH AKU TAU ITU ”

“mi yeon ah kau ini bilang apa , kau tau aku hanya belum bilang di waktu yang tepat saja baru sepulang dari kantor ini aku akan bicara padamu ! tadi kau bilang apa kau hanya wanita yang terpaksa jadi istriku? DENGAR LEE MI YEON AWALNYA MEMANG BEGITU TAPI KAU TAU SEMAKIN LAMA AKU SADAR KALAU AKU MENCINTAIMU ! MANA MUNGKIN AKU BERANI MEMBUAT KAU HAMIL JIKA AKU TIDAK MENCINTAIMU LAGIPULA ADEGAN CIUMAN BERSAMA JESSICA ITU AKU HANYA MENGANGGAP BIASA KARENA ITU BUKAN APA YANG AKU LAKUKAN PADAMU ”kulihat ia akan mengeluarkan air matanya

“jinki ssi benarkah? mianhae ” katanya sambil menelungkupakan kepalanya ia terlihat sedikit merasa bersalah menyangka ku yang tidak tidak

“uljimaa” aku mengangkat wajahnya dan kurengkuh bibirnya dalam da aku membiarkan bibirku menempel lama di bibir mi yeon,bibirnya selalu manis untuk kucium, tak lama ciuman ini menjadi ciuman yang semakin panas !

“saranghae” kataku di tengah tengah ciuman kita berdua

“nado saranghae LEE JINKI ”

LEE MI YEON POV

Sudah  2 minggu aku di tinggal olehnya  karena pekerjaannya

Dia pergi untuk melakukan syuting film nya .

Aku percaya padanya sejak apa yang ia katakan waktu itu , entah mengapa sejak saat itu aku sangat percaya padanya , tetapi aku sangat merasa kesepian biasanya istri yang sedang hamil selalu di temani oleh suami nya , sedangakan aku? Tak ada suami ? HUH !!

Aku memutuskan untuk berjalan jalan di daerah pertokoan aku ingin bayiku melihat keadaan sekitar

Ketika sampai di pertokoan ketiga

“hey”kata seseorang ternyata itu taemin dia selalu saja memberikan kejutan untukku

“kau mau kemana? ”tanyanya lagi

“aku hanya memberikan pemandangan kota kepada bayi kecilku ini ” kataku riang

“ayo aku temani, adik kecil biar aku temani kalian berdua jalan jalan ya” katanya sambil mendekat ke arah perutku

Selama jinki tidak ada dia yang selalu berada di sampingku membelikan apapun yang aku mau ! ya aku tidak akan pernah lupa kebaikan namja yang bernama lee taemin

Aku dan dia berajalan jalan di taman kota bersama lee taemin sambil memandangi langit yang cerah mau menuju gelap (di baca : senja)

“ya lee taemin apa kau tidak malu berjalan-jalan dengan wanita hamil sepertiku ?” tanyaku padanya

“haha anieyo tidak akan pernah !”katanya mantap

“haha ”

“taemin aku belum pernah melihat kau bersama gadismu? Mana dia? Masa lelaki baik dan tampan sepertimu belum punya kekasih?”

“haha entahlah aku tidak memikirkan gadis lain kecuali salah satu gadis yang aku cintai sejak aku duduk sebagai pelajar”

“jinjja ? siapa dia? Kenalkanlah padaku aku mohon!!”

“dia sebenarnya selalu berada di dekatku ,tetapi hatinya selalu jauh ”

“ya lee taemin kau ini sok menjadi puitis begini ! cepat katakn gadis itu !”

“kau tau mi yeon gadis itu adalah .. adalah … KAU, KAU yang dari sejak SMA aku cintai tetapi waktu itu aku belum berani mengungkapkan !”

Aku tercengang mendengar pernyataan dari lee taemin ! omona taemin ! andwe kenapa harus aku ? kenapa? Teamin ? aku jelas jelas tidak akan bisa membalas cintamu !

Entah mengapa dia langsung pergi dari hadapanku , omona aku harus bagaimana !

LEE TAEMIN POV

Aku pergi setelah aku mengungkapkan perasaanku padanya

Aku sangat legaaa sudah bicara padanya aku yakin dia tidak akan membalas perasaanku tak terasa  air mataku jatuh , dan aku terlenyap tidur di kamarku

KRINGKRING

Aish bel jam weker itu selau tidak tepat berbunyi disaat aku masih sangat mengantuk jam weker itu berbunyi keras di saat aku bangun terlalu pagi aku tidak bisa mendengar dia berbunyi dasar !

Ring ding dong ding ding

1 new massage

From : lee mi yeon

Taemin jam 7 malam kita harus bertemu di taman kemarin !! ada hal yang harus aku katakan padamu! kamu wajib datang !

Aku menghela nafas panjang , pasti ini persoalan kemarin ! ah baiklah bagaimana pun aku harus menemuinya!

Aku berdandan sangat rapih malam ini , aku ingin terlihat perfect walaupun aku yakin aku akan di tolak olehnya !

Jam 7 aku berangkat

Aku melihat ia sedang duduk di bangku itu !

“Kau sudah datang sejak kapan?”

“sejak sebelum kau datang “ entah mengapa sejak kejadian aku menyatakan perasaan ku padanya aku merasa canggung

“aku mencintaimu ”katanya omona jantungku hampir jatuh mendengar ini

“tapi hanya sebagai sahabat terbaik ku” lanjutnya aku menghela nafas panjang lagi

“kau tau taemin kalau cinta tak selamanya harus memiliki?” katanya

“ne aku tau mi yeon , aku tau kau lebih mencintai lee jinki kan?”

“kau dan lee jinki beda , lee jinki aku anggap sebagai suamiku dan kau sebagai sahabatku”katanya

“aku yakin kau akan mendapat wanita yang lebih baik dariku , aku yakin lee taemin” lanjutnya , aku mendengus nafas sangat panjang

Tak lama ia membalikan badanku dan mengecup bibirku lembut dan melepaskan nya lagi

“saranghae sahabatku” katanya

Aku tak tau perasaan ku bercampur adu saat ini antara senang, gembira,sedih pokonya aku senang aku rasa sekarang pipiku sudah menjadi merah

“gomawo sudah menemani hari hariku selama ini , gomawo sudah mau mendengar curhatanku tentang jinki ” katanya

Aku langsung memeluknya erat sangat erat ia tidak menolak atas perlakuanku

“ne sama sama sahabat terbaikku ”kataku sambil melepas pelukanku

Krubuk krubuk krubuk

“ya suara apa itu? Apakah itu suara BOM meledak?”

“ya taemin itu suara bunyi perutku ! kau jahat !”

“ah jinjja jadi kau lapar ? baiklah ayo kita makan “ kataku sambil menggandeng kedua tangannya

LEE JINKI POV

CUT CUT CUT !

“jinki bisakah kau konsentrasi sedikit adegan ini adegan paling akhir tapi kau tidak pernah konsen selesai ini kita bisa langsung pulang ke korea !” kata sutradara ku

“mianhae hyung kau tau pikiranku selau terpaku pada mi yeon , jadi kau selalu tidak konsen”kataku

“sudah untuk beberapa menit saja kau lupakan mi yeon dan kembali resapi naskah itu ok !!”

“ne aku coba hyung”

Adegan terakhir ini adalah adegan dimaana aku harus berciuman dengan jessica , sebenarnya hanya mengecup bibirnya saja , aku selalu membayangkan  mi yeon dengan kehamilannya aku takut dia kenapa napa .

“baikah kau siap lee jinki !”

“ne hyung !”

“jessica ~ kau tau kenapa aku selalu manjauhimu? Karena aku takut semakin mencintaimu nantinya saranghae” lalu aku mengecup bibirnya ,Ah rasanya sangat tidak enak. aku tidak merasakan apapun rasanya jauh sekali dengan yang aku lakukan sewaktu dengan mi yeon

“bagus LEE JINKI GOOD JOB !! kita bisa kembali ke korea ” aku bernafas lega sudah mendengar kata kata kembali ke korea aku ingin cepat bertemu mi yeon

Sesampai aku di korea

HELLO HELLO ..

“yobseyo?” kataku

“tuan leejinki? Istrimu lee mi yeon sedang melalui proses persalinan cepatlah kemari!”

Aku berlalri sekencang kencangnya menuju taksi ,untunglah aku pulang malam jadi tidak banyak fans yang berkeliaran di airport ini

Sesampai rumah sakit

Ternyata istriku sudah berada di ruang ICU omona untung ia melahirkan sesudah aku berada di korea,jujur sebenarnya aku tidak suka ia hamil karena aku belum siap mempunyai anak karena aku takut anak kecil , itulah yang membuatku kecewa

3 jam proses persalinan berlalu

Kulihat dokter yang keluar dari kamar ruang ICU keluar

“dokter bagaimana istriku?”

“bayi nya sehat dan cantik , istri bapak juga tidak apa apa tetapi harus menunggu sampai nanti pagi untuk bisa sadar ”

“terimakasih tuhan , terimakasih dokter ” kataku mengucap syukur sedalam dalam nya

Aku memasuki ruang ICU  dan masih menatap istriku aku berpikir selama aku disana pasti dia selalu melakukan apa apa sendiri dia mengandung anakku tanpa diriku , omona suami apa aku seperti ini! Aku memukul kepalaku sendiri dan terus merutuki diriku sendiri !

“mi yeon ah mianhe ” kataku sambil mengecup kening istriku

Hello hello

“yobseyo?”

“jinki ya sekarang kau ada konfrense pers tentang film aru kita ini kau wajib datang ”

“ah hyung tapi aku harus menemani istriku dia baru saja melahirkan”kataku lirih

“lee jinki please kalo premire film ini tidak bisa di lakukan kapan lagi , menemani istrimu bisa kapan saja !”

“baiklah hyung”

Aku menghela nafas panjang “ mi yeon ah mianhae” sepertinya mi yeon belum sadar juga kukecup bibirnya lembut dan meniggalkannya

LEE MI YEON POV

Aku membuka mataku yang masih remang remang ini,  aku masih ingat perjuangan beratku mengeluarkan anakku ommona sekarang mana anakku , dan apakah jinki datang menemuiku ?

“mi yeon kau sudah sadar” kata taemin , ah selalu sahabatku yang menemaniku mana suamiku?

“chukae mi eton kau melahirkan bayi perempuan yang cantik sama sepertimu”

“jinjja? Di mana sekarang bayiku? Aku ingin melihatnya ”

“dia masih di oven dan di jaga oleh suster bayinya tenang saja”

“err taemin apa kau meliahat suamiku ? ddia pasti tidak datang ke sini untuk menengokku”

“tadi aku bertemu dengannya di lobby dia bilang dia ada confrence press tentang film nya”

“ah jinnja? Tuh kan dia lebih mementingkan itu daripada aku dan anakku”

“sudahlah jangan bersedih , mungkin  ia sudah menjagamu semalaman , ini makan pagi dengan bubur dulu”

“aku suapin ya ! ”

“ya taemin kenapa suapannya kecil sekali”

“kirain ,nonna tidak bisa mengunyah jadi aku menyuapakanmu dikit ”

“aduh taemin ya pabbo mana behubungan orang melahirkan dengan tidak bisa mengunyah ” terlihat ia menggaruk garukkan kepalanya

“nona nih makan jus buahnya ”

“andwe aku tidak mau alpukat tidak mau !”

“nona ini sehat kata dokter harus nonna harus minum  ini”

“andwe!” terlihat ia tetap meminumkannya padaku lalu aku pun langsnung memuntahkannya

“taemin mianhae aku mengelap semua jus alpukat yang ada di mukanya ”

“ah gwenchana gwenchaana nona”katanya

“nona ada jus yang tersisa di ujung bibirmu” mana ?

“ini ..”katanya sambil memegang ujung bibirku

“Tapi bohong” katanya lagi

“ya lee taemin kau ! berani beraninya memegang bibirku seenaknya ” aku memukuli punggungnya

“mohrong ” dan ya aku senang mempunyai shabat seperti dia

LEE JINKI POV

Akhirnya selesai juga acara perss confrence ini aku tidak sabar ke rumah sakit untuk menemui istriku

Sesampai di rumah sakit

Ketika aku hendak membuka kamar mi yeon , aku terbelalak melihat apa yang terjadi di balik pintu kamar rumah sakit , aku melihat namja yang tadi aku bertemu dengannya di lobby memegang bibir istriku , rasanya ada seribu palu yang menghantam hatiku

Setelah itu mereka tertawa bersama sama sepertinya mereka sangat akrab dan bahagia

“anneyoung mi yeon” kataku

“jinki ah, mengapa kau baru datang ?” katanya aku berlari memeluknya erat dia terdiam dan memelukku erat juga

“mianhae tadi aku harus menghadiri pers confrence terlebih dahulu ini aku bawakan buah buahan untukmu”

“ne gomawo , kau sudah melihat anak kita ? dia perempuan ”

“belum , tadi pagi pagi sekali aku sudah berangkat”kataku

“dia siapa mi yeon? Tadi pagi aku memang bertemu dengannya di lobby dan dia mengenalku” kataku

“dia lee taemin sahabatku ”kata mi yeon sambil menunjukan taemin

“taemin imnida ”

Ring ding dong ding..

Kudengar ponsel namja itu berdering dan sepertinya ia berbicara sangat serius

“mi yeon aku harus pergi  ada urusan mendadak , lee jinki jaga istrimu baik baik , anneyoung !” katanya ,aku kesal mendengar perkataannya , yaiyalah aku pasti akan menjaga istriku dengan baik !

“tadi itu benar sahabatmu?” tanyaku

“iya , kau tidak percaya”

“tadi aku melihat dia memegang bibirmu ? untuk apa?”

“tadi dia..”

“seharusnya kau tidak boleh membiarkannya , arraso?”

“ya ! tidak apa apa lagian aku sudah menganggap dia sebagai sahabat !”

“jadi kau lebih mentingkan sahabat daripada aku ?”

“hah? Lee jinki kau berkata apa? ”

“mi yeon ah aku sadar akan hal itu selama aku pergi aku tidak bisa membarikan apapun untukmu , tidak bisa menjagamu , mulai sekarang kau boleh memilih dia dari pada aku , kau boleh menceraikanku” kataku lirih

“kau bicara apa lee jinki , dengar walaupun kau pergi ,tidak menjagaku , tidak bisa membarikan apapun untukmu AKU TETAP MENCINTAIMU SELAMAANYA ” aku terdiam mendengar itu dan kurasakan bibirku di kecup lembut olehnya , aku langsung mengamit bibirnya lagi dan tak lama bibir kami pun bersatu tak terpisakkan

 

 


FF: Your Name/part 2 NC(end)

Part 2

YOUR NAME

YANG GAK SUKA NC JANGAN BACA!!!

Author : Billa

Judul   : Your Name

Genre : Romence, NC-17/ 21 *gk bisa nentuin rate* ==’

Cast :  –  Lee Mi Yeon

– Lee Jinki (Onew, Shinee)

-Mi Yeon POV-

Kukecup kening Ji Yeon saat aku berhasil menidurkannya dengan menyusuinya tadi. Kuputuskan untuk membersihkan diriku terlebih dahulu di kamar mandi. Semua beban pikiranku terasa hilang saat air hangat mulai membasahi seluruh tubuhku.

‘Praangg!!’

Tiba-tiba kudengar suara seperti benda pecah. Segera kubilas cepat busa-busa yang masih menempel di tubuhku, lalu kuraih handuk dan melilitkannya dibawah ketiakku. Aku terkejut begitu melihat vas bunga yang tadinya tersimpan rapi di meja riasku sekarang pecah berserakan di lantai. Aku melihat sesuatu diantara pecahan vas bunga itu. Kertas? Bukan, sepertinya ini surat. Segera kubaca tulisan yang tertera disana.

Datanglah ke alamat dibawah ini jika kau ingin anakmu selamat. Dan jangan coba-coba untuk menghubungi polisi, atau sesuatu yang buruk menimpa anakmu.

Tubuhku bergetar begitu selesai membaca surat ini. Terlebih lagi surat ini ditulis dengan cairan kental berwarna merah yang menurutku ini darah. Ji Yeon? Kuberlari menuju box bayinya, dan benar box bayi itu kosong. Oh god! Please save my little angel. *eh,eh, b.inggrisnya bener kga?maklum ane berguru pada junsu XP* Langsung kubuka lemari bajuku dan mengambil asal beberapa pakaian. Kukenakan cardigan ungu dan baju terusan selutut berwarna pink yang kuambil asal tadi.

‘Ji Yeon, tunggu umma sayang.’ Kuraih ponselku untuk menghubungi Jinki. Tapi naasnya hanya nada sibuk yang terdengar.

“Oppa, aku benar-benar membutuhkanmu ..” kataku disela-sela isak tangisku.

>>>

Sekarang aku sudah berada di depan alamat yang tertera dalam surat tadi. Kupandang sesaat pintu di hadapanku saat ini.

“Hotel Love shawol no 1407 *hehe ngasal*. Ya, tidak salah lagi, Ji Yeon pasti ada di dalam sana bersama seseorang. Dengan segenap keberanian kubuka pintu ruangan ini, dan…gelap. Semuanya gelap, aku benar-benar tak bisa melihat apapun. Tapi aku yakin ini alamatnya, dan pasti ada seseorang disini.

“SIAPAPUN KAU! KEMBALIKAN ANAKKU!!” kataku berteriak, kutelan ludahku sebelum akhirnya aku mencoba berjalan perlahan langkah demi langkah dalam ruangan gelap ini.

‘Srreett!’

Sesuatu melintas cepat di belakangku. Aku semakin takut dengan keadaan ini. Apa itu tadi? Hantu? Tuhan, tolong aku! ><

“HEY, JANGAN MAIN-MAIN! TUNJUKKAN DIRIMU BANGSAT!! KEMBALIKAN ANAKKU!!” kubekap mulutku sendiri agar isak tangisku tidak terdengar. Aku  tak tau harus berbuat apalagi, aku takut gelap, aku takut hantu, dan aku benci dengan keadaan di sekelilingku sekarang. Perlahan aku mundur bermaksud mencari tembok untuk bersandar karena aku semakin tak kuat menahan beban tubuhku.

‘KLIK!’

Tidak sengaja aku menekan saklar yg berda di belakangku, otomatis lampu di ruangan ini menyala dan…

“Saengil Chukkae hamnida~ Saengil chukkae hamnida~sarang haneun nae yeoja~ saengil chukkae hamnida~”

Seseorang menyanyikan lagu selamat ulang tahun untukku, walaupun batang hidungnya belum terlihat tapi aku kenal sekali pemilik suara ini. Perasaanku lebih tenang sekarang, mungkin karna aku sudah tak merasakan kegelapan lagi. Walau penerangannya sedikit remang-remang tapi ini lebih baik untukku.

“Oppa?” Tak ada sahutan apapun, semuanya hening. Hanya terdengar suara nafasku yg tersengal. Tak ada yang istimewa di ruangan ini. Semua layaknya kamar hotel biasa, hanya saja mungkin ukuran tempat tidurnya yang besar dan memberikan kesan elite pada siapa saja yang melihatnya.

“Oppa aku tau kau disini! Jangan bermain-main lagi, kau pikir ini lucu hah!?” kataku berbicara sendiri. Aku duduk dipinggir tempat tidur king size ini, menunggu orang yang mengerjaiku menunjukkan batang hidungnya.

“Ya oppa, keluarlah! Aku tau kau ada disini!”

Tiba-tiba aku merasakan hembusan nafas seseorang di leherku, aku tau ini adalah keusilan seorang Lee Jinki.

“Oppa apa yang kau- kyaaaaaaaaaaaaaa!!!!!!!!!!!” Aku kaget bukan main melihat apa yang tadi di belakangku. Sosok dengan wajah yang sangat menyeramkan yang dipenuhi darah dan rambut panjang hitamnya yang berantakan, belum lagi dua taring yang keluar di kedua sisi mulutnya. *bayangin aja kunti bertaring(emang di korea ada kunti?)* Sontak aku berlari menjauhi sosok tadi. Rasanya sekujur tubuhku mati rasa. Aku duduk tersungkur di pojok ruangan ini, kakiku terasa lemas hingga aku tak kuat untuk berjalan. Aku hanya bisa menangis dan berteriak minta tolong, berharap seseorang datang dan menolongku.

“Bwahahahhahahha!!!”

Tangisan dan teriakanku terhenti begitu mendengar gelak tawa seseorang. Kuberanikan untuk mendongkakkan kepalaku dan terlihatlah sosok menyeramkan tadi tertawa terbahak-bahak seperti orang gila. Kubulatkan mataku saat sosok itu membuka topeng dan rambut palsu yang membuatku hampir mati tadi, dan itu dia! Sosok itu tak lain dan tak bukan adalah seorang Lee Jinki, namja yang paling aku cintai sekaligus menyebalkan di dunia ini.

“Kau lihat?! Kau lihat tadi!? Ekspresimu sangat lucu jagi!  Whahahahha!” katanya yg masih belum puas menertawaiku.

‘Pletakk!’ *beegitulah kira2 bunyinya, kakinya bertanduk hewan apa namanya..#abaikan*

Sebuah jitakan keras dariku mendarat di kepala Jinki. Ia hanya meringis mendapat perlakuanku.

“Kau! Kau pikir ini lucu hah!?Kau tau, aku hampir mati ketakutan tadi!! Kalau kau tidak cepat tertawa barusan, mungkin aku sudah tak di dunia ini lagi!! Aku benci oppa! Benci!!” makiku sambil memukul-mukul dadanya. Dengan sigap Jinki menahan kedua tanganku dan membawaku kedalam pelukannya. Aku mencoba meberontak tapi sayang pelukannya terlalu erat membuatku tak bisa bergerak sedikit pun. Ia menenggelamkan wajahku di dadanya, mencoba menenagkanku dengan mengelus lembut  rambut dan punggungku.

“Mianhae jagi~ Maaf aku sudah melupakan hari yang penting buatmu. Aku memang egois terlalu mementingkan pekerjaan dibandingkan kau dan Ji Yeon. Aku-“

“Oppa, dimana Ji Yeon?” tanyaku memotong kalimatnya barusan. Aku baru ingat tujuan utamaku ke tempat ini.

“Ji Yeon aku titipkan pada ki bum.” Jawabnya cengengesan.

“ki bum?”

“Ne, kau ingat kan temanku yg bernama key? Nama aslinya itu ki bum. Tenanglah, dia bisa jadi baby sitter yg baik..”

“Aish, kau benar-benar membuatku kesal oppa! Sudah, aku pulang!” Kataku saat pelukannya mulai renggang, sayangnya  Jinki malah mempererrat kembali pelukannya. Mau tak mau aku hanya bisa diam di tempat.

“Tunggu jagi, kaenapa pulang? Kita disini untuk merayakan ulang tahunmu..” jawabnya sambil mendekatkan wajahnya ke wajahku sampai hidung kamu bertemu.

“Hah! Ulang tahunku bukan sekarang oppa! Tapi seminggu yang lalu! Dan aku sudah-“ Belum selesai aku bicara, Jinki langsung mengunci mulutku dengan mulutnya. Satu tangannya memegangi tengkukku dan tangan yg lan melingkar sempurna di pinggangku yg ramping. Kututup rapat-rapat bibirku, enak saja! Setelah tadi dia hampir membuatku mati ketakutan, sekarang seenaknya main cium! Kau harus berusaha lebih keras Lee Jinki! ><

-End of Mi Yeon POV-

-Jinki POV-

Kukulum terus bibir yeoja di hadapanku ini. Aku tidak akan menyerah meski ia terus menutup rapat bibir seksinya. Malah ini adalah sebuah tantangan menarik untukku. Kuhempaskan dengan kasar tubuhnya ke tempat tidur. Tanpa melepas ciumanku, tanganku mulai nakal menggerayangi tubuhnya. Aku merasa ada yang aneh dengan pakainannya, hey tunggu! Kenapa dia tak memakai pakaian dalam? Aish, apa yg kupikirkan!? Bukankah ini akan memudahkanku?! Kurasakan pertahanannya mulai roboh, sedikit demi sedikit bibirnya mulai terbuka. Dan begitu kesempatan datang, langsung kujejalkan lidahku ke dalam mulutnya. Menyapu dan menjamah setiap jengkal rongga mulutnya, berusaha tak ada satu titik pun yang terlewati.

“Mmmpphh…mmpphh…oppa hentikan!” pintanya saat aku melepas ciumanku untuk mengunci pintu dan membuka kemejaku beserta kain putih yg kukenakan tadi untuk menakut-nakuti Mi Yeon.

“Jagi, wae kau tak memakai pakaian dalam?” tanyaku sembari mengapit kedua pahanya dengan lututku, dan menaruh kedua tanganku di sisi kepalanya.

“Ya! Kau pikir dengan surat sialan yg kau tulis  aku masih bisa memikirkan hal-hal seperti itu!?” ucapnya galak sedikit membentakku.

Aku hanya tersenyum simpul mendengarnya. Ya, memang aku yg memecahkan vas bunga dan menyimpan surat konyol itu. Dan aku juga yg membawa Ji Yeon pergi, tapi segera ku titipkan pada key yg rumahnya tak jauh dari apartemenku, karna aku takut Mi Yeon mendahuluiku sampai ke hotel ini.

“Apa kau liat-liat!?” galaknya saat menyadari aku sedang menatap wajahnya sejak tadi.

“Kau cantik.”

“Gombal.” Ucapnya cuek sambil memiringkan kepalanya menghadap ke arah lain. Namun masih bisa kulihat semburat merah mewarnai pipi mulusnya.

“Kau memang cantik, dan kecantikanmu selalu membuatku  terus menginginkanmu.” Bisikku sexy di telinganya.

Sedetik kemudian aku langsung melumat bibirnya lagi. Tangan mungilnya berusaha mendorong tubuhku, namun segera kutahan dan kuletakkan di atas kepalanya. Kali ini lidahku bisa lebih mudah merogoh semua isi dalam rongga mulutnya. Mi Yeon pun membalas setiap lumatanku dibibirnya. Kedua tangannya yang tadi kutahan kini melingkar sempurna di leherku, menekan leherku seakan memintaku untuk lebih dalam menciumnya. Jangan tanyakan seberapa hotnya lumatan,hisapan, dan kecupan yang kami lakukan sekarang. Asal  tau saja, aku dan Mi Yeon adalah sama-sama pencium yang baik.*masa?*

“Engghh oppa…aasshh…” desahnya saat remasanku di payudaranya yg tak terhalang apapun terlalu kuat. Ya, setelah tadi kulucuti pakaiannya kini ia naked dihadapanku. Keadaanku pun sama sepertinya, tak terhalang sehelai benang pun.

Kujamah setiap inchi lekuk tubuhnya. Tangan kiriku bergerak menelusuri kulit belakangnya, dan berhenti tepat pada bagian bawah punggung.  Kuremas kuat bokongnya yg bulat dan kenyal itu membuatnya menggelinjang geli. Setelah puas, tanganku beralih pada bagian dimana disitulah puncak kenikmatanku akan tercapai. Mi Yeon mengerang keras saat 3 jariku sekaligus mengoyak liang kewanitaannya. Peluh sudah membasahi tubuh kami berdua. Sekarang tak ada lagi erangan kesakitan yang ada hanya desahan,rintihan dan lenguhan kenikmatan yang keluar dari bibirnya.

“uhh…oppaa aku t-tak ta-han..asshh…”

Tangannya semakin menekan lebih dalam kepalaku ke dadanya, menyuruhku untuk mencicipi dua tonjolan daging di puncak dadanya. Dengan penuh nafsu kudaratkan ciumanku bertubi-tubi di payudaranya yg montok itu. Kuhisap ganas satu nipplenya dan sesekali kugigit gemas hingga membuatnya menggelinjang. Ciumanku beralih kembali ke leher mulusnya yang sudah banyak terukir lukisan kemerah-merahan hasil karyaku beberapa menit yang lalu.

“Oppaa..uhh..aku benar-benar tak tahaann…aasshh…” cercaunya dengan suara yang sangat sensual hingga membuat adik kecilku yang sedari tadi sudah menegang tak sabar untuk memasuki ‘surganya’.

“Sabar jagi…sebentar lagi..”

“ouh oppa…ak-ku keluar..aaahhhh….”

Dan bisa kurasakan cairan cintanya membasahi 3 jariku yang masih bersarang di liangnya. Kucabut keluar jariku dan kujilat satu persatu, merasakan cairan cintanya yg terasa manis di lidahku.

“Oppaaa…”rengeknya memintaku agar cepat memasukinya.

“Ne, jagi..aku datang…”

Dengan penuh perasaan*ceileh* kutekan adik kecilku masuk ke liangnya yg sebelumnya sudah kuberi pemanasan dengan jariku. Baru saja bagian kepala yang masuk tapi ia sudah menjerit kesakitan. Mungkin karna dalam seminggu ini kami baru kali ini berhubungan badan lagi. Biasanya aku melakukan hal ‘itu’ dengannya setiap malam atau 2 hari sekali, sehingga liangnya tak sesempit sekarang ini.*dijadwal ceritanya mas?*

Kembali pada apa yang sedang terjadi sekarang. Setengah juniorku sudah berhasil masuk ke liangnya. Kakinya sudah melingkar di pinggangku, membuat aku lebih mudah untuk memasukinya. Namun masih terdengar rintihan kesakitannya yg semakin menjadi, langsung saja kuhisap kembali nipplenya yg sudah agak bengkak itu karna ulahku sebelumnya. Sambil terus menghisap, aku berusaha mendorong juniorku agar bisa tandas seutuhnya di liang sempitnya.

“Aaaahhh oppa…sak-kiiit..ahh..”

Dan..ZEPPH..*?* seluruh juniorku berhasil masuk 100% kedalam liangnya. Kudiamkan sejenak agar miliknya bisa beradaptasi pada ‘benda’ yg kini memasukinya.

“Op-pa gerakkan..”

Sesuai permintaannya. Kugerakkan juniorku in-out di lianganya, pertama kugerakkan dengan hati-hati agar ia tak begitu merasakan sakitnya. Semakin lama genjotanku semakin cepat hingga menciptakan suara deret dari tempat tidur yg berukuran king size ini.

“Op-pa..uhh..hh..aku mau..”

“Ssshh…se-bentar jagi uhh..aku ju-ga mau..ahh..nik-mat asshh…”

Dan pada waktu yang bersamaan cairanku keluar bercampur  dengan cairannya di dalam rahimnya. Nikmat. Selalu saja seperti itu jika melakukan ini dengannya. Setelah kucabut juniorku, kubenahi posisi tidurku menjadi disampingnya. Kukecup lembut keningnya yg penuh dengan keringat karna melakukan ‘aktivitas’ tadi.

“Gomawo jagi..” kataku. Ia merapatkan tubuhnya padaku hingga sama sekali tak ada jarak diantara kami.

“Oppa..”

“Hmm?”

“Ani.” Singkatnya.

“Jagiya, kau memaafkanku?”

“Tentang apa?” ia menatapku bingung.

“Tentang ulang tahunmu.”

“Lupakan masalah itu.”

Kurasakan adik kecilku kembali menegang saat sesuatu membelainya dengan lembut. Aku hanya tersenyum saat tau kalau itu ulah Mi Yeon. Lama-kelamaan belaian lembut itu berubah menjadi remasan yang seketika membuat nafsu birahiku kembali bangkit. Terlebih lagi saat ia mencubit-cubit  gemas twinsballku, aku merem melek dibuatnya.

“Apa yang kau lakukan?”

“Aku hanya ingin memberinya perhatian.” Jawabnya tersenyum. Kudekatkan wajahku ke wajahnya.

“Jangan lakukan itu kalau kau tak mau  kesakitan lagi seperti tadi.”

“Memang itu mauku.” Ia tersenyum nakal kali ini.

“Aha?” kataku tak percaya.

“I want you Lee Jinki.” Bisiknya sexy di telingaku. Aku menatap sebentar matanya. Memastikan bahwa ia tak berbohong. Karna aku tak mau jika ia keleahan dan jatuh sakit. Dan see? Tatapan itu menyiratkan bahwa ia benar-benar ingin melakukannya.

“I want you too baby.” Dan kami kembali melakukan aktivitas yang sempat tertunda tadi. Aku bersyukur memilikimu Lee Mi Yeon. Aku janji tak akan membuatmu terluka lagi. Saranghae…

-END-

FF: Your Name/2s/Straight/NC

ini adalah FF buatan chingu gue buat gue

hahaaha jadi malu deh

yaudah ah lanjuttt

YOUR NAME

Annyeong~ ini ff asalnya mau dijadiin one shoot tpi karna aye kaga bisa bkin cerita pendek2, jdi 2 shoot deh,,,karna ini ff shoot2an pertama saya mian kalo kurang memuaskan. Sebenernya nih ff, cerita ama judulnya kga nyambung,,tapi baca ajalah..

Author : Billa

Judul   : Your Name

Genre : Romence, NC *next chap*

Cast :  –  Lee Mi Yeon

– Lee Jinki (Onew, Shinee)

– Park Nara

-Author POV-

Sinar matahari masuk di celah-celah korden membuat seorang namja yang masih terbaring pulas di tempat tidurnya terbangun. Ia mulai menggeliat dan meraba sisi tempat tidurnya mencari sosok yeoja yang sudah mendampingi hidupnya selama 4 tahun.

“Dia belum berubah…” ujarnya masih setengah sadar dengan kedua mata sipitnya yang masih tetutup.

Dilangkahkan kakinya menuju dapur dan menemukan yeoja yg dicarinya sedang memasak sesuatu sambil memunggunginya. Dipeluknya dari belakang wanita bernama Lee Mi Yeon itu dan menciumi leher putihnya yang jenjang hingga membuat istrinya itu terlonjak kaget karna perbuatannya.

“Kau membuatku kaget oppa.”  Sahut Mi Yeon dengan nada dingin. Jinki masih terus menciumi leher istrinya sesekali ia hisap dan sukses membuat istrinya mendesah kecil.

“Assh..oppa, diamlah, tak lihat aku sedang apa!?” ucapnya sedikit kesal dan masih serius dengan masakan di depannya yang hampir selesai.

“Belakangan ini kau sedikit cuek padaku, wae?” Jinki berhenti menciumi leher mi yeon, namun kedua tangannya menyusup masuk ke dalam kaos dan meremas cukup kuat kedua gundukan milik istrinya yg terbungkus bra.

“ash..aniyo..op-pa berhenti..” Mi Yeon mematikan kompor karna kegiatan memasaknya sudah selesai. Ia menarik sekaligus mengeluarkan kedua tangan suaminya yg meremas payudaranya itu dan berbalik hingga sekarang ia berhadapan dengan seorang Lee Jinki. Mi Yeon baru menyadari bahwa suaminya hanya memakai boxer orange yg menutupi bagian bawah tubuhnya. Jinki kembali mendekap istrinya dan menciumi bibir atas dan bawah milik mi yeon secara bergantian. Karna tak mendapat respon ia berhenti dan menatap lekat bola mata mi yeon yang berwarna coklat terang.

“Kau pasti marah kan padaku?” tanya Jinki masih terus menatap lekat istrinya.

“Aniyo.” Jawab Mi Yeon mengalihkan pandangannya dari Jinki.

“Bohong. Kalau kau tak marah padaku kenapa 2 hari ini kau bersikap dingin padaku, kau tak membalas ciumanku, kau juga tidak membangunkanku pagi-pagi dengan suara cemprengmu itu, dan selama 2 hari ini juga kau selalu menolak setiap kali aku mengajakmu berhubungan intim. Jadi, apa kau masih punya alasan?”

“Kau masih belum mengingatnya?” balas Mi Yeeon dengan sebuah pertanyaan juga. Jinki tampak heran dengan pertanyaan istrinya. Ini bukan pertama kalinya Mi Yeon bertanya seperti itu. Ia mencoba memutar kembali lagi memori otaknya, berusaha mengingat apa ada sesuatu yg ia lupakan selama ini pada istrinya.

“Jagi, mian aku masih tak mengerti maksudmu. Bisakah kau memberitahuku?” Jinki mencium sekilas bibir mi yeon.

“Lupakan saja kalau kau memang benar-benar tak ingat. Aku mau membangunkan Ji Yeon dulu.”  Mi yeon mencoba lepas dari dekapan suaminya.

“Kau membangunkannya tapi tidak membangunkanku. Aku jadi cemburu.” Ucap Jinki memanyunkan bibirnya sambil mencoba mencairkan suasana. Yah, selama 4 tahun menikah mereka dikaruniai seorang putri yg sekarang berumur 3 tahun. Lee Ji Yeon adalah putri pertama mereka.

“Jangan kekanak-kanakan oppa,  aku harus membangunkannya sebelum dia-“

“UMMAAAA!!!Huaaaa!!!” teriakan sekaligus tangisan anak kecil menghentikan kalimat Mi Yeon.

“menangis.” Sambung mi yeon melanjutkan kalimatnya yang terpotong tadi. Jinki melepas dekapannya dan membiarkan istrinya menuju kamar putri mereka.

“Ummaaaa!!” rengek Ji Yeon ketika melihat sang ibu mendekatinya.

“Aigoo, anak umma sudah bangun ya? Jangan menangis ya, cup cup…” ujar Mi Yeon tersenyum lebar sembari menggendong dan mencium kedua pipi Ji Yeon yang seperti bakpau.

“Ummaaa, appa mana? Aku ingin digendong appa.” Pinta Ji Yeon manja.

“Appamu mau berangkat kerja, nanti saja yah! Sekarang kita mandi dulu, arasseo?”

“Ne, apa umma juga ikut mandi?” tanya Ji yeon saat ummanya sudah menurunkannya dari gendongan.

“Tentu, kita mandi bersama-sama, kajja!”

“Apa aku boleh ikut?” sahut Jinki tiba-tiba di ambang pintu kamar Ji yeon.

“Andwae! Just ladies!” ucap Mi Yeon dan segera menuntun putrinya menuju kamar mandi.

-End of Author POV-

-Jinki POV-

Halo, aku Lee Jinki. Di umurku yang baru 24 tahun ini aku sudah menjadi eksecutive muda yang sukses dan mempunyai keluarga. Lee Mi Yeon. Dialah wanita yang selama ini aku cintai. Dia adalah mantan pacarku yang sekarang menjadi istriku. Umurnya 2 tahun lebih muda dariku. Ia adalah hoobaeku saat di SMU, dan aku sudah jatuh cinta padanya saat pertama kali aku melihatnya. Sampai akhirnya kami  resmi menjadi sepasang kekasih dan aku berinisiatif untuk menikahinya ketika ia lulus SMU. Dan sekarang 4 tahun sudah kami mengikrarkan janji suci yang kami ucapkan di hadapan Tuhan. Ia memberiku malaikat kecil yang lucu dan cantik, sama sepertinya*hoek!*. Namun akhir-akhir ini ia berubah. Sikapnya menjadi sedikit cuek padaku. Ia juga menjadi jarang tersenyum dan jarang menciumku. Setiap kali kami berciuman pasti itu hanya atas inisiatifku sendiri. Entahlah, setiap aku meminta penjelasan, ia selalu  bertanya ‘apa kau belum ingat juga?’, sama seperti kejadian tadi pagi. Aish, sebenarnya apa yg ia maksud!? Aku benar-benar tak mengerti. Apa ia marah karena aku sering lembur di kantor belakangan ini? Entahlah. Dan kalau tidak salah, ia mulai berubah sejak malam itu.

-flashback-

“Kau mau pergi oppa?”  tanya Mi Yeon saat aku mengenakan baju kantorku.

“Ne.” Jawabku tanpa melihat ke arahnya.

“Apa harus sekarang? Ini sudah malam.” Tanyanya lagi sembari bangkit dari tempat tidur.

“Ne jagiya, malam ini aku lembur di kantor. Besok ada proyek baru di perusahaan, jadi harus disiapkan dari sekarang.” Kulihat rasa kecewa di raut wajahnya.

“Mianhae, begitu selesai aku pasti segera pulang.”  Aku menghampirinya dan mendekap tubuhnya merapat padaku.

“Jangan begitu, aku janji akan cepat pulang. Lagipula aku juga pasti akan merindukan malaikat kecil kita.” Ucapku dan melirik tubuh mungil yg sedang tertidur di sebuah box bayi.*woi,ank 3 thn masih tdur di box bayi kga sih?tau ah, lanjut!*

“Arasseo, hati-hati oppa..” gumamnya lemas.

“Chankaman oppa!” sahutnya ketika aku hendak keluar apartemen ini.

“Wae jagi?”

“Apa kau melupakan sesuatu?” Sesuatu? Kuperiksa lagi isi tas kantorku yg kubawa saat ini. Kurasa semuanya sudah lengkap. Laptop, dokumen-dokumen, surat-surat penting juga sudah kubawa. Ah, aku tau!

“Oh iya, aku melupakan sesuatu!” Seketika raut wajahnya menjadi sumringah. Buru-buru aku berjalan ke arahnya dan CUP! Aku mencium bibirnya lembut.

“Aku belum memberimu ciuman kan?” Aku tersenyum padanya. Mi Yeon pun membalas senyumanku walaupun kesannya seperti dipaksakan.

“Ya sudah, sana pergi.”

“Kau mengusirku sekarang?”

“Aish, oppa!” ia menggerutu kesal. Aku suka melihatnya seperti ini.

“Arasseo~,,aku pergi dulu jagi, saranghae..”

-end of flashback-

Begitulah. Sejak saat itu sifatnya menjadi seperti ini. Memangnya apa yg kulupakan ? Aish, aku tak tahu! Dan percuma jika aku menanyakan pada Mi Yeon, ia pasti akan menyuruhku mengingatnya sendiri.

-End of Jinki POV-

-Mi Yeon POV-

Menyebalkan! Sudah 3 hari ini aku bersikap dingin pada Jinki. Aku sedikit kesal padanya. Dulu sewaktu kami berpacaran, ia sangat perhatian padaku. Ia selalu memanjakanku, mengerti akan diriku, dan satu lagi, ia selalu memberiku cinta setiap hari. Tapi, sekarang? Aku tau belakangan ini ia sibuk dengan pekerjaannya. Dan aku mengerti akan hal ini. Bahkan setiap ia pergi lembur, acap kali aku datang ke kantornya hanya untuk memastikan ia sudah makan malam. Tapi, karna pekerjaannya juga ia sedikit melupakanku dan Ji Yeon. Seperti sekarang ini, ia melupakan hari yang penting bagiku. Hari dimana ia biasa memberiku moment yang tak bisa kulupakan, hari dimana aku sangat bahagia bersamanya, dan hari dimana ia benar-benar membuatku merasa menjadi wanita yang paling beruntung di dunia ini.

‘Ckleekk…’

Aku kaget begitu mendengar pintu kamarku terbuka perlahan. Kuraih sapu injuk yang berada di dekatku siap menyerang sosok dibalik pintu itu, bisa saja pencuri bukan? Namun kuurungkan niatku begitu melihat siapa orang yang berada di balik pintu tadi.

“Oppa, aku kira kau pencuri!” seruku pada Jinki yang masih menongolkan kepalanya di pintu.*bahasa bakunya menongol apa sih?* Ia hanya cengengesan mendengar perkataanku.

“Tumben kau cepat pulang hari ini. Bagaimana cara kau masuk? Padahal tadi aku sudah mengunci pintu luar.” Aku membantunya melepas jas dan dasi yang dikenakannya.

“Kau lupa aku punya kunci cadangan? Lagipula aku kan sudah bilang, begitu pekerjaanku selesai aku akan segera pulang. Kemana malaikat kecilku?”

“Dia sudah tidur.”

“Jagiya…” panggilnya manja.

“Hmm?” Kurasakan tangannya melingkar di pinggangku.

“Diamlah oppa, aku capek, lebih baik kau mandi sana.” Ujarku dingin sambil berusaha melepas pelukannya.

“Justru itu, mandi bareng yuk..”

“Apa-apaan sih ah, aku ngantuk,capek, dan sekarang aku mau tidur.” Ucapku saat berhasil lepas dari pelukannya dan langsung merebahkan tubuhku di tempat tidur tanpa mempedulikan Jinki lagi. Hahh, entahlah sepertinya aku masih kesal padanya.

-End of Mi Yeon POV-

-Author POV-

Jinki masih sibuk berkutat dengan Laptop dan kertas-kertas yang memenuhi meja kerjanya. Ia berusaha tetap fokus pada pekerjaan yang sekarang menumpuk dihadapannya. Sampai akhirnya ia tak bisa memungkiri lagi. Pikirannya yang sejak tadi tertuju pada Mi Yeon tak memungkinkannya untuk melanjutkan pekerjaannya lagi. Pria itu menghela nafas dan bersandar pada kursi yang sekarang ia duduki. Tangannya terlipat di belakang kepalanya yang mengadah ke langit-langit ruang kerjanya. Ia tak bisa seperti ini terus. Bagaimanapun keluarga itu lebih penting daripada pekerjaannya bukan? Apakah sifatnya ini keterlaluan pada Mi Yeon? Ya, ia akui memang seminggu ini ia jarang memperhatikan Mi Yeon dan putrinya, dan itu semua disebabkan karna kertas-kertas yang berada dihadapannya sekarang.

Knock..Knock..Knock…

“Masuklah..” seru Jinki tanpa mengalihkan pandangannya yg masih menatap langit-langit ruang kerjanya.

Seorang wanita muda bertubuh semapai dengan blazer biru dan baju terusan berwarna putih berjalan mendekati meja Jinki.

“Permisi Tuan muda Lee, sebelumnya saya minta maaf ini bukan waktu anda untuk beristirahat.” Ucap wanita itu sedikit tegas namun ada nada canda dalam cara bicaranya itu.

“Kau Park Nara, ada apa?” Sekarang Jinki menatap wanita berparas cantik itu dengan perutnya yg sudah membuncit. *whahaha, author narsisXD*

“Maaf Tuan, disini tidak ada wanita bernama Park Nara, tetapi Shim Nara” *aye kan bininya min : D*

“Ya ya ya, maafkan saya nona Shim, saya lupa anda sudah menikah. Jadi ada perlu apa anda kemari SHIM Nara?” Keduanya tertawa kecil dengan pembicaraan formal mereka tadi.

“Anio, aku hanya ingin mengantarkan ini.” Nara memberikan map berwara merah pada Jinki.

“Apa ini?”

“Tanda tangan saja, dan berikan lagi padaku.” Jinki segera menandatangan kertas yang diberikan oleh sekretaris pribadinya itu. Tunggu dulu, Nara memang sekretaris pribadinya, tapi tak ada hubungan khusus diantara keduanya selain sahabat. Jinki dan Nara adalah teman satu angkatan saat kuliah dan kebetulan sama-sama mengambil jurusan bisnis. Baik Jinki maupun Nara keduanya sudah menemukan kebahagiaan masing-masing. Nara sudah menikah dengan seorang Shim Changmin sunbae Jinki dulu saat kuliah, dan Jinki sendiri pun sudah menikah dengan seorang Lee Mi Yeon, wanita yang dicintainya sejak SMU.

“Ini.” Jinki mengembalikan map merah tadi pada Nara.

“Gomawo.”

“Nara-ah,chankam!” sahut Jinki tanpa bangkit dari tempat duduknya.

“Wae?”

“Apa kau tau, biasanya wanita itu marah pada suaminya karnaa apa sih?” tanya Jinki to the point. Nara sedikit mengerutkan keningnya, terlihat raut mukanya yang sedang berpikir.

“Banyak, mungkin saja bisa karna suaminya selingkuh, kurang diperhatikan, atau karna suaminya melupakan hal penting mengenai istrinya.”

“Hal penting? Maksudmu?”

“Bisa saja itu janji atau hari penting, seperti valentine, hari jadi pernikahan ata mungkin hari ulang tahun. Sudah ya, aku masih banyak pekerjaan. Annyeong.”  Nara meninggalkan ruangan kerja Jinki.

Begitu pintu kerjanya tertutup buru-buru ia meraih kalender yang terdapat di meja kerjanya. Diperhatikannya tanggal-tanggal pada bulan ke-7 tahun ini. Matanya terbelalak begitu mengingat sesuatu serta melihat angka 20 yg tertera diatas tanggal hari ini.

“Jadi karna ini ya, sudah lewat satu minggu. Mianhae jagi…” ucanya lirih pada diri sendiri.

-End of Author POV-

TBC dulu ah…

Ottokae?? Mian pendek yah, dan mian juga kalo ngebosenin,, NC nya part 2/end ntar. Mudah-mudahan besok bisa di post, coz sekarang aye udah libur bo!*merdeka* hahaha.

Keep RCL ya..

author : billa ssi cassiopeia (siti nabila az-zahra)

FF : “MY CRAZY LOVE” chap

anneyong semuanya…,,ini FF perdanaku, akhirnya jadi juga setelah melewati masa” sulit *lebay*,,mian yya kalo bahasanya gga enak,,maklum akk bru pertama kali bkin FF,,dan stu lgi akk bkin FF ini dri imajinasiku, jdi kalo ada kesamaan cerita ato judul, mian ya, akk gga ada niat bwt ngejiplak ato copy paste,,ya udah semoga kalian terhibur…^^

Author : Billa Sii Cassiopeia
Judul : My Crazy Love
Genre : Romence, Comedy, NC jga sih, tpi ntar di chap selanjutnya…*hehehe*
Cast : – Park Na Ra a.k.a Author -Billa Sii Cassiopeia- ^^
– Shim Changmin
– Park Yoochun (oppanya NaRa)
– Park Yoon Jo a.k.a Fira Triastianti
– Kim Hyung Hwa a.k.a Rianti Aliani
other cast menyusul…^^

LET’S CEEKKIDDOOOTT!!!! ^^

-Author POV-

Krriiiiinnggg…Krrriiinngggg….
Suara alarm yg berbunya, membuat Nara terbangun dari tidurnya..

-Nara POV-

‘Aish. menggangu saja alarm ini’ batinku smbil berusaha mematikan alarm yg berada di sebelah tempat tidurku. namun ketika ak melihat dengan jelas waktu yg ditunjukkan alarm itu, ak kaget bukan main.
“OH MY GOD SUN!! aku telat!!”
langsung saja aku berlari ke kamar mandi, menggosok gigi dan badanku secepatnya. ‘ sial! hari ini kan hari senin! berarti gerbang sekolah tutup jam 7! ah ottokae!!??semua ini gara” oppaku, Park Yoo Chun!awas kau nanti!’ gerutuku dalam hati. Setelah semuanya beres aku langsung menuruni anak tangga menuju dapur. Disana sudah ada umma yg sedang menyiapkan makanan, appa yg sedang membaca koran, dan tentunya oppaku yg menyebalkan!
“kau sudah siap nara? cepat habiskan sarapanmu” kata umma yg pertama kali menyadari keberadaanku.
“andwae umma, aku sudah telat. Dan semua ini gara” DIA!” kataku menyalahkan oppa.
“Wae??apa salahku??” jawabnya yg masih mengunyah makanan.
“Oppa! gara” kau memaksaku menemanimu nonton bola semalaman ak jadi terlambat tau!”
“Bukannya kau masuk jam setengah 8??” tanya yoochun oppa dengan wajah polosnya.
“Itu kalau hari sabtu! senin sampai jum’at ak msuk jam 7! ah pokoknya gak mau tau! antar ak ke sekolah sekarang!” perintahku sambil menarik-narik tangan yoochun oppa.
“andwae! sarapanku belum habis!”
“Yaa! antar aku sekarang oppa! Ppali ppali!!sekarang sudah mau jam 7!”
“Sudahlah yoochun, cepat anatar adikmu sana! kalau dia ngamuk dunia ini bisa kiamat.” kata appa membelaku sambil membolak-balikkan koran.
“Ara, ara! lepaskan tanganku dulu, baru aku antar!”
aku pun segera melepaskan tangan yoochun oppa yg sejak tadi kupegang. ‘ AHSSAA!’ batinku senang.

Dalam perjalanan…(dii mobil maksudnya^^)

“oppa! bisa tidak lebih cepat lagi mengemudinya!? aku benar” sudah telat!”
“Cerewet sekali, tpi kalau itu yg kau mau, baiklah..pegangan yg kuat!” *evil smile*
“Hee??” sepertinya aku tau apa yg akan dilakukannya. Benar saja! sekarang yoochun oppa membawakan mobil seperti pembalap F1 saja! Aku hanya bisa memejamkan mataku. Bisa kudengar suara teriakan orang” dan suara klason mobil berkali-kali, tentunya itu semua ditujukan untuk kami!
tapi tak apalah, daripada aku terlambat nantinya,lebih baik begini..
Tiba” mobil yg aku dan yoochun oppa naiki berhenti. Aku pun membuka mataku perlahan. Tak terasa, ternyata sudah ada di depan gerbang sekolah lagi. Aku pun bisa melihat Pak Kim, satpam sekolahku yg mulai menutup gerbang.. “Turun!” perintah oppaku so cool. Aku pun segera turun dari mobil, sebelum aku berlari menuju gerbang, aku berjalan ke sebelah pintu kemudo.
“Gomawo oppa..”
“Ne, cheonmaneyo!Ppali! nanti kau tak bisa masuk!”
aku pun berbalik , dan kulihat gerbang sekolah sebentar lagi menutup rapat. Aku pun segera berlari sambil melambaikan tanganku beserta senyuman pada oppaku. tepat saat aku berhasil masuk gerbang pun menutup rapat. “Fiuhh..!”. Tanpa basa-basi aku segera berlari menuju kelasku. Ah aku baru ingat! sekarang pelajaran Mr. Kwon! ash, pelajaran bahasa inggris! Mr. Kwon itu guru killer di sekolahku. Aku pun segera menaiki anak tangga, tak tanggung” sekali naik aku lalui 2 anak tangga, aku takut sekali. Kelasku berada di lantai 2. Dan saa aku tiba di koridor yg menuju kelasku, aku melihat Mr. Kwon yg hendak menuju kelasku. ‘Ah, ottoke!!?? aku terlambat!’ gerutuku dalam hati. Terlintaslah ide di kepalaku. Aku berjalan mengendap-ngendap di belakang Mr. Kwon, sepelan mungkin sehingga dia tak mendengar langkah kakiku. Dan saat sampai di depan pintu kelas, Mr. Kwon menghentikan langkah kakinya, spontan aku pun menghentikan langkah kakiku.
“Saya tau kau ada di belakang Park Nara!” kata Mr. Kwon tiba” tanpa membalikkan badannya.
“Apa alasanmu terlambat hari ini?!” katanya lagi masih belum membalikkan badannya.
“A,an, anu..itu..”jawabku terbata-bata. ‘Aish, apa yg harus kukatakan padanya’ !
Akhirnya ia membalikkan badannya, bisa kulihat wajah angkuhnya dan sorot tajam matanya yg mengarah padaku. Aku hanya bisa menunduk an menunggu larangannya untuk masuk kelas saat jam pelajarannya. “Tak ada alasan? Mngkin kau sudah tau apa yg akan kukatakan padamu, KAU TIDAK BOLEH MASS..” belum sempat ia menyelesaikan kalimatnya, tiba” seseorang memanggil Mr. Kwon.
“Mr. Kwon!” , sontak aku dan Mr. Kwon melihat suara siapa itu. Dan saat ku balikka badanku, aku melihat seseorang yg aku tidak suka di sekolah ini. Ya, siapa lagi kalau bukan dia! Shim Changmin!

– End of Nara POV-

-Changmin POV-

Hari ini aku terlambat lagi pergi ke sekolah,tapi itu sudah biasa dan tak membuatku takut seperti murid” lainnya. Jelas, appaku adalah pemilik sekolah ini. Cassiopeia International School adalah salah satu sekolah menengah atas terbaik di Korea. Hanya murid” tertentu yg bisa masuk kesini. Tidak ada guru yg berani menghukumku, dan aku bebas di sekolah ini! haha! *evil smile’a minnie keluar* . Saat aku hendak menaiki tangga, kulihat seorang siswi berjalan mengendap-endap dan kulihat di depannya ada Mr. Kwon! Ah ya, sekarang memang jam pelajarannya. Aku pun memperhatikan perawakan gadis itu, tanpa berpikir lama aku tau siapa dia! Perawakan yg lumayan tinggi, ramping, rambutnya yg digerai dan selalu memakai pita warna merah, dan kulitnya yang putih mulus. Siapa lagi kalu bukan wanita yg bisa merebut hatiku! Park Nara! Dia yg selama ini membuatku rajin datang ke sekolah, ya sebagian besar alasanku datang ke sekolah memang karena hanya ingin bertemu dia. Sejak aku pertama kali bertemu dengannya aku sudah menyukainya. Semakin hari rasa suka itu bertambah menjadi cinta. Sehari tidak melihatnya hatiku menjadi tak tenang. Wajahnya yang polos dan cantik membuatku semakin ingin memiliknya. Tapi, sepertinya dia tidak sepertiku. Nara lebih cenderung menjauhiku. Sepertinya ia memang tak menyukaiku. Aku jarang mengobrol dengannya. Bahkan bisa dibilang tidak pernah! Aku sudah melakukan banyak cara supaya bisa mendekatinya. Mulai dari meminta wali kelasku agar tempat dudukku berada tepat di belakangnya, dan meminta pada semua guru supaya kalau ada kerja kelompok aku di tempatkan satu kelompok dengannya, meminta agar jadwal piketku sama dengan dia, menanyakan pelajaran yg tak kumengerti padanya ya kuakui selama di menerangkan memang aku tak pernah memperhatikannya..aku hanya melihat wajahnya setiap kali aku melakukan itu, dan..yahh masih banyak lagi! Aku tersadar dari lamunanku, dan Nara sudah tak ada di tempaynya berdiri tadi. Aku pun segera mempercepat langkahku dan mendapatinya yg sedang dimarahi Mr. Kwon. Aku pun segera memanggil Mr Kwon saat ia hampir saja melarang Nara untuk masuk kelas.
“Tunggu!” sergahku langsung. Mereka pun segera mengarahkan pandangan padaku. Kulihat wajah Nara sedikit kaget saat ia melihatku.
“Saya ingin bicara 4 mata denganmu Mr. Kwon.” kataku datar. Sebenarnya aku tidak tau apa yg akan kubicarakan dengannya. Aku hanya mencegah Mr. Kwon agar tidak melarang Nara masuk kelas hari ini.
Kulihat Mr. Kwon berbicara sebentar dengan Nara sebelum ia berjalan ke arahku.

-Nara POV-

“Saya ingin berbicara mata denganmu Mr. Kwon.”
Katanya dengan nada seperti atasan menyuruh pada bawahannya. Inilah yang aku tak suka darinya! Sifatnya yg so berkuasa dan tidak puya sopan santun. Kuakui changmin memang keren. Badannya yg tinggi dan berotot, serta wajahnya yg cukup tampan memang sangat menawan. Tak heran sebagian besar gadis di sekolah ini berharap bisa jadi pacarnya, termasuk 2 sahabatku Yoon Jo dan Hyung Hwa. Tapi aku tidak, wajah yg tampan dan tubuh yg atletis itu sama sekali tak membuatku tertarik padanya. Karna itu semua tak ia imbangi dengan sifat yg baik. Tapi ada untungnya juga ia saat ini.
“Kau tunggu disini, jangan kemana-mana!” perintah Mr. Kwon dengan nada tegas padaku. Dan aku hanya bisa mengangguk. Bisa kudengar suara teman” kelasku yg ribut di dalam kelas. Kulihat papan bertuliskan ‘kelas 3-A’ di atas pintu kelasku. Aku tak habis pikir bisa masuk kelas ini. Kelas yang hanya di tempati oleh orang” terkaya di sekolah ini. Aku pun tak tau mengapa aku bisa masuk kelas ini. Saat kenaikan kelas dulu, kukira aku akan dimasukkan ke klas 3-B atau 3-C ya..itu kalau dilihat dari segi ekonomi keluargaku. Tapi kalau dari segi kecerdasan, aku pantas” saja sih di kelas ini! hahahaha *sombong banget nih org*^^
Setelah beberapa menit menunggu, Mr. Kwon pun datang disusul changmin yg berjalan agak jauh di belakangnya.
“Hari ini kuizinkan kau masuk kelasku, tapi lain kali jika kau terlambat lagi saat jam pelajaranku jangan harap nilai ujianmu bagus!” katan Mr. Kwon memperingatiku. AKhirnya aku pun masuk kelas, semua murid yg asalnya tak karuan duduknya memjadi sanagt rapi saat Mr. Kwon dan aku masuk. Aku langsung menuju kursiku, dan tepat saat aku duduk orang menyebalkan itu pun membuka pintu kelas yg tadi kututup. Dan ia pin duduk di belakangku. Jujur saja, aku tak nyaman duduk di depannya. Ia selalu berisik dan bercanda bersama teman”nya di belakangk. Dan keadaan ini membuatku tak konsen saat pelajaran berlangsung. Termasuk saat ini. : (

-Author POV-
Teeettt…Teeettt…
Bel istirahat pun berbunyi semua murid melakukan kegiatan masing”. Ada yg ke kantin, perpustakaan, bermain basket di lapangan, dan ada juga yg hanya berdiam di kelas.

-Nara POV-
‘Aish. kenapa Mr. Kwon memberiku tugas sebanyak ini!?
-flashback-
“Park Nara! Kemari kau!” perintah Mr. Kwon padaku.Aku pun segera berjalan ke mejanya yg ada di depan kelas.
“Selesaikan tugas ini, waktumu sampai jam istirahat habis. Setelah itu serahkan padaku di Perpustakkan. Ingat, waktumu sampai jam istirahat habis! ini hanya hukuman ringan dariku karna kau terambat hari ini.”
“Ne, arasseo Sengseonim.”
-End of flashback-

Aku pun melihat keadaan kelasku, aku baru sadar ternyata hanya ada aku dan orang menyebalkan itu! Shim Changmin! Kulihat dia sedang membaca majalah hingga menutupi mukanya. Ahh kuharap seseorang segera masuk kelas ini. Dan benar saja, kulihat Yoon Jo dan Hyung Hwa datang menghampiriku. Oh, ini dia penyelamatku! (jangan GR lu ya bwt riri ama fira! :P)
“Nara!” panggil Yoon Jo padaku sambil melambaikan tangannya.
“Nara-ah, ayo ke kantin! kita makan bareng!” ajak Yoon Jo padaku.
“Ne, lagipula apa yg kau lakukan disini berdua dengan..” suara Hyung Hwa tercekat saat mengetahui siapa yg ada di belakangku. Tiba” ia mendekatkan mu lutnya di telingaku.
“Itu Shim Changmin kan?” tanyanya setengah berbisik.
“Ne, waeyo??” jawabku setengah berbisik juga.
“Apa yg kau lakukan disini bersamanya?” Yoon Jo ikut bertanya.
Belum sempat ku jawab mereka berdua menatapku sambil memicingkan matanya.
“Jangan-jangan…” kata mereka berdua bersamaan.
“Ya! Kalian itu, aku sedang menyelesaikan tugasku disini! Lagipula aku tak ada urusan dengannnya! Ah, sudah lah! Kalau kalian mau ke kantin duluan saja, aku harus menyelesaikan tugas ini.”
“Sayang sekali, ya sudah kita pergi duluan ya Nara. annyeong..”
“Ne, annyeong..” balasku. Dan di ruangan ini tinggal aku dan changmin lagi. Ah, padahal aku lapar sekali. Tadi pagi aku tidak sarapan. Ottoke!!??.
‘BRAAKK’ . Tiba” kudengar suara keras itu dari belakang.

TBC.

Mian gaje FF’a,,Author lagi pusing n ga ada inspirasi, Insya Allah ntar malem chap 2 akk post,,buat yg udah baca RCL’a ya..hehehe.

DON’T BE SILENT READER!

FF/YAOI/ONKEY LOVE/ONESHOT

ini adalah FF chingu ku yang aku publish di blog ini …

katanya dia baru pertama kali buat FF,,mianh kalau rada aneh dan ga nyambung,,

okelah,,selamat membaca ajah,,^^
DAN JANGAN LUPA KOMMENT
Title : ONKEY LOVE
rating : PG-17
genre : romantic – comedy
cast : onew (lee jinki) , key (kim ki bum)
other cast : 2min

ALL OF THIS FANFICT IS KIBUM POV……..

Semenjak Jinki hadir memasuki hidupku, hari-hariku jadi terasa lebih berwarna. Aku sedang memandang wajah manisnya yang tengah menatapku, aku tetap tersenyum ketika ia berteriak…..

“Kibum-ah !! astaga !! apa yang kau kunyah itu?!” Jinki dengan sigap menjauhi tanganku yang masih memegang cabai merah yang sudah kumakan setengah bagian itu dari mulutku yang hendak melahap cabai itu lagi.

“Ne?? …….. UHUK UHUK…”

Jinki buru-buru mengambil segelas air dan menyodorkannya padaku. Langsung saja kuhabiskan tanpa satu tetespun yang tersisa.

“AAaaaahhhhhhhh…..” Aku menghembuskan napas lega setelah tegukan air yang terakhir habis.

“Ada apa denganmu? Apa kau sedang ada masalah,kibum-ah?” Tanya Jinki dengan wajah khawatir.

Tentu saja aku memikirkanmu,pabo, Tapi yang terucap malah,

“Ah,,ani….aku baik-baik saja.” Aku memalingkan wajahku karna aku tak tahan ditatap oleh namja manis seperti dirinya.

“Lain kali, jangan melamun kalau sedang berada di meja makan.” katanya sambil mengusap sudut bibirku yang masih basah itu dengan ibu jarinya lembut.

Apa-apaan ini. kenapa dia yang mengambil julukan “umma” dariku. Ia menasihatiku seperti anak kecil saja. Tapi aku tak mampu berkata apa-apa karena aku terfokus pada bibirnya yang sedang komat kamit menceramahiku.

“…Baiklah, kalau tidak ada apa-apa, cepatlah istirahat. Kamu pasti lelah makanya tanpa sadar melakukan hal yang konyol seperti tadi.” raut wajahnya lembut sekali. Jelas dia sangat khawatir dengan kelakuanku tadi. Aku senang ia menghawatirkanku, itu artinya ia sayang aku,bukan?

“N….Ne.”

Ia pergi meninggalkanku sendirian di ruang makan dengan senyum termanisnya yang ia berikan sebelum melangkah pergi. Sepertinya jantungku tergerak hanya dengan sentuhan kecil saat Jinki mengusap bibirku dengan jarinya. Membuatku begitu gugup dan berdebar. Ku rasa aku mulai……. “AISH…..” aku spontan berteriak.

“KENAPA CABAI YANG PEDAS ITU BARU TERASA SEKARANG, SIH?”

Aku ngedumel sendirian di ruang makan yang sunyi ini.

– – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – – –

Aku bersenandung kecil saat keluar dari kamar mandi. Mmm…Harum, aku adalah namja yang sangat maskulin. Aku harus bisa membuat Jinki makin cinta padaku. Aku tersenyum membayangkan saat Jinki menyatakan cintanya minggu lalu. Biarpun kami adalah ‘namja’, bodo amat dengan kritikan orang. Sekali cinta, tetap cinta. Akan ku jaga cinta ini selamanya. Jinki-ah, saranghae……<3

Aku mengangkat kakiku menuju kamar namja yang kucintai, Jinki. Saat aku melewati ruang tengah, tempat dimana kami semua berkumpul, berbincang dan tertawa bersama, aku mendapati Minho dan Tae-‘nya’ yang sedang asyik menonton tv. Jonghyun masih tidur di kamarnya.

“Tae, buka mulutmu, ‘aaaaaaaa’ ” Minho memasukkan keripik kentang yang baru kemarin kubeli itu kedalam mulut Tae. Tae menyambut keripik tersebut dan mengunyahnya perlahan.

“Ah~ hyung apaan sih. Aku kan bisa melakukannya sendiri.” Tae memasang wajah cemberut.

“Mau lagi? katakan ‘aaaaaaaaa’ ”

“Ah tidak usah. Kali ini biarkan aku yang melakukannya. Hyung, katakan ‘aaaaaaaaaaaa’ ”

Sial! Aku tak sanggup melihat adegan ini. Mereka terlalu bahagia. Silau sekali melihat kedua namja yang sedang jatuh cinta ini. Aku segera pergi ke tujuan utamaku, kamar namja yang kusukai.

Saat pintu kamar Jinki kubuka, aku mendapatinya sedang berbaring di atas ranjangnya yang lebar. Kurasa ia masih kelelahan setelah comeback album Lucifer kemarin. Tiba-tiba ia terbangun dan menatapku tengah berdiri di hadapannya. Aku panik.

“Kibum-ah~, ada apa kau kemari?” Ia bangkit untuk duduk di ranjangnya.

“Ah,…Eh…Ani…….Aku……..” kurasakan lidahku begitu kelu. Apa karena namja yang kucintai ini menatapku dengan mata sipitnya yang begitu….Sial….Manis sekali….Aku tidak tahan.

Ia tersenyum, “kemarilah……”

Aku pun melangkahkan kakiku menuju kearahnya. Ia menarik tanganku sehingga membuatku terbaring disisinya. Namja itu berada di atas tubuhku secara tiba-tiba. Namun ia tidak menindihku. Aku begitu deg-degan. Dapatkah ia mendengar suara detak jantungku yang keras ini? Aku tak ingin kehilangan kharismaku dihadapannya. Meskipun tak mampu menandingi kharisma yang minho miliki, aku memasang wajah sok ‘cool’ dan tak ingin terlalu mudah diperlakukan seperti ini.

“Jinki-ah…. Ini tidak benar, kenapa kau……………..”

Cuuuppp. Bisa kurasakan bibir kasarnya yang dengan mulus mendarat di bibirku. Sementara napasku makin memburu, ia semakin menekan ciuman kami dan kurasakan jari-jarinya menyentuh pipiku yang sangat lembut. Aku mulai memejamkan mataku dengan perlahan dan mulai menikmati ciuman ini. Kutarik tubuhnya sehingga membuatnya menindihku dan merasakan napasnya yang begitu hangat dan panjang yang berderu di pipiku. Ia melonggarkan ciuman kami. Apa ini pertanda akan usai? Aku tak ingin momen langka ini selesai begitu saja. Aku memasukkan jari-jariku di antara rambutnya dan menekan kepalanya hingga ciuman ini dapat berlangsung lama. Walaupun sisa napasku sudah hampir habis dan memungkinkan bahwa aku dapat mati saat ini juga karna kehabisan napas, aku tak ingin Jinki melepaskan ciuman ini. Terasa manis sekali, membuatku tak dapat berpikir dengan jernihnya. Aku merasakan sesuatu yang lunak masuk kedalam mulutku. LIDAH JINKI !! “mm…..” aku bersuara, napasku sudah benar-benar habis. HELP MEEEEEEEEEE !!!

——————————————————THE END————————————————————-

author : Dea adhitya